“Jokowi memberi perhatian penuh kepada kondisi pers di kita (Indonesia), termasuk Tempo. Tidak hanya Tempo, tapi semua. Dia (Presiden) bilang, ‘Kamu sudah tenang sekarang karena ada pernyataan dari Wakapolri Badrodin Haiti bahwa kasus Tempo bersama kasus (Wakil Ketua KPK) Adnan Pandu Praja dan Zulkarnain di-pending,’” kata Arif usai bertemu Jokowi di Istana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dan Pak Jokowi juga ingin tahu (siapa pelapornya),” timpal GM.
Dalam pertemuan yang menurut GM berjalan santai dan penuh canda itu, dia meminta kepada Jokowi untuk melindungi dan tak mengkriminalisasi pers, dan Jokowi menyanggupinya dengan berkomitmen melindungi kebebasan pers.
“Pak Jokowi percaya kebebasan pers diperlukan. Tanpa pers yang bebas, tak ada demokrasi,” ujar Arif.
Ketika ditanya siapa yang mengisiasi pertemuan antara Tempo dan Jokowi ini, GM langsung menyahut, “Saya, sebab saya kenal baik beliau.”
Selain bicara soal kasus pelaporan Tempo ke Polri, GM berbincang tentang Frankfurt Book Fair. “Saya lapor mengenai kedudukan Indonesia tahun ini yang menjadi tamu kehormatan pameran buku internasional. Saya ketua panitianya, dan saya mengundang Pak Jokowi,” kata dia.
GM berharap Jokowi dan para mantan presiden RI seperti BJ Habibie, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Megawati Soekarnoputri dapat hadir ke Frankfurt Book Fair. (agk/nez)