"Saya bertemu beliau (Yunus) dan beliau menyatakan sumpah atas nama Allah dan Rasulullah bahwa tidak ada rekening gendut di kepolisian," kata JK di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (10/3).
Berdasarkan informasi yang dihimpun CNN Indonesia, pertemuan antara JK dan Yunus ketika keduanya salat di salah satu masjid dekat rumah dinas Wakil Presiden. Seusai salat JK bertanya dan meminta kejelasan langsung perihal rekening gendut di kepolisian. Mendengar pernyataan ini JK cukup kaget, karena saat ini dugaan rekening gendut dalam tubuh kepolisian sangat santer terdengar dikalangan masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Buya, informasi ini baru dan diharapkan mampu mereduksi polemik KPK dan Polri yang dipicu awalnya dari dugaan kepemilikan rekening gendut mantan Calon Kapolri Budi Gunawan.
Hal ini disampaikan melalui Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) versi Muktamar Surabaya Romahurmuziy atau Romi.
"Dipanggil oleh Pak Wapres, karena berita itu baru muncul dan sebelumnya tidak ada fakta yang mendukung dugaan rekening gendut tersebut," kata Romi di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (19/2).
Nama Badrodin sendiri termasuk di dalam daftar para perwira Polisi yang punya rekening gendut hasil penelusuran PPATK. Badrodin disebut tercatat membeli polis asuransi pada PT Prudential Life Assurance dengan harga yang fantastis, yaitu sebesar Rp 1,1 miliar.
Kepada KPK dan penyidik Polisi, Badrodin mengaku pernah menunjukkan data itu di tahun 2013. Badrodin memastikan, dana pembelian polis asuransi tersebut berasal dari deposito istrinya, yang bekerja sama dengan bank properti. (hel)