Pernyataan Benny ini merujuk pada perkara-perkara dugaan tindak pidana yang menjerat dua pimpinan Komisi Pemberatantasan Korupsi dan pejabat maupun tokoh yang bergiat di bidang antikorupsi serta transparansi publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Benny berkata, Polri seharusnya melihat lelucon ini sebagai titik tolak mereformasi institusi. "Kalau polisi punya kejujuran dan integritas, mereka akan dipercaya publik. Tapi kalau mementingkan kepentingan golongan, mereka akan semakin jauh dari masyarakat," ujarnya.
"Saat bertugas, Hoegeng menolak fasilitas. Baginya, polisi harus profesional dan berani mengambil jarak dari pemilik modal sehingga ditakuti dan dihormati karena memiliki integritas," tuturnya.
Lebih dari itu, Benny menilai reformasi kepolisian hanya bisa berhasil jika polisi memiliki paradigma pelayanan publik. Hal tersebut salah satunya dapat ditunjukan dengan mengedepankan komunikasi dialogis. "Bukan kekerasan tapi negosiasi," katanya. (sur)