"Ya operasi pencarian tambahan itu atas permintaan keluarga selama satu minggu efektif," tutur Kepala Basarnas Marsekal Madya F.H. Bambang Soelistyo kepada CNN Indonesia, Rabu (18/3) siang tadi.
Bambang menjelaskan, pengumuman penghentian operasi utama pencarian korban pesawat dengan jurusan Surabaya - Singapura itu secara resmi disampaikan dirinya kepada keluarga korban di Crisis Center Mapolda Jawa Timur (Jatim) pada 3 Maret tersebut. Dalam penutupan itu, ditampilkan pula video upaya pencarian yang telah dilakukan Basarnas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pencarian tambahan itu dilakukan selama satu minggu efektif. Sempat ada dua hari penundaan pencarian karena cuaca buruk sehingga harus diganti pada hari lain.
Pesawat AirAsia QZ 8501 dengan tipe Airbus A320-216 memuat total penumpang 155 orang dan 7 crew pesawat. Pesawat jurusan Surabaya-Singapura ini terdeteksi hilang dari radar pada 28 Desember 2014 lalu. Operasi pencarian besar-besaran kemudian dilakukan, dengan melibatkan TNI dan negara lain, seperti Rusia, Korea Selatan, Malaysia, Singapura. Pencarian itu disebut-sebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah. Selama pencarian itu, sebanyak 106 tubuh atau bagian tubuh ditemukan, namun hanya 68 orang yang berhasil diidentifikasi, termasuk seekor monyet.
(hel)