“Informasinya, dia sudah bisa ditetapkan sebagai tersangka,” kata Budi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (20/3). Namun, ujarnya, status hukum Denny sepenuhnya kewenangan penyidik yang tidak bisa ia intervensi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Beliau kan pasti paham aturan hukum seperti apa. Kalau beliau meminta (didampingi pengacara), kami sebagai pelayan masyarakat yang baik ya akan kabulkan (dengan cara ditetapkan tersangka)," kata Kabareskrim.
Denny diduga terlibat korupsi pengadaan proyek layanan online pembuatan paspor Payment Gateway di Kementerian Hukum dan HAM yang menimbulkan potensi kerugian negara.
Keterlibatan Denny dalam kasus ini diungkapkan mantan Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin. Kepada CNN Indonesia, Amir mengatakan Denny Indrayana adalah orang yang memprakarsai proyek bermasalah itu. (Baca juga Amir: Konsep Payment Gateway dari Denny Indrayana)
Dalam layanan payment gateway, wajib bayar dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 5.000. Padahal Peraturan Menteri Keuangan tidak mengizinkan adanya pungutan tambahan untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak.
Oleh sebab itu pada 11 Juli 2014, Kementerian Keuangan mengirim surat ke Kemenkumham untuk menghentikan program Payment Gateway itu. Atas dasar surat tersebut, Amir Syamsuddin yang saat itu menjabat Menkumham lalu menghentikan program itu. (agk)