WNI Istri Jihadis Boyong Tujuh Anaknya ke Turki

Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Kamis, 19/03/2015 19:20 WIB
WNI Istri Jihadis Boyong Tujuh Anaknya ke Turki Kepala Divisi Humas Brigadir Jenderal Anton Charliyan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (18/3). (CNN Indonesia/Rinaldy Sofwan Fakhrana)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ririn Andrian Sawir ternyata tak sendirian pergi ke Turki. Ia membawa serta tujuh orang anaknya dari Indonesia untuk ke Suriah melalui perbatasan Turki. Ririn adalah istri Achsanul Huda, warga negara Indonesia yang lebih dulu pergi ke Suriah. Huda kini telah tewas di negeri yang tengah berkonflik itu.

Berdasarkan data yang dirilis Mabes Polri, tujuh buah hati Ririn tersebut adalah Qorin Mudadiyatul Haq, Nalyla Syahidah, Jauza Firdaus Nuzula, Ikrimah Waliturohman, Alya Nur Islam, Agha Rustam Rohmatulloh, dan Abdurrahman Umarov.

Menurut Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Anton Charliyan, Kamis (19/3), sampai saat ini belum diketahui apa motif Ririn hendak menyebrang ke Suriah dari Turki. Kepolisian masih belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap para WNI yang diamankan.


Dia juga menyatakan polisi masih berusaha untuk mengembalikan mereka ke Indonesia. Pihak Kepolisian masih belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap para WNI karena masih belum diperbolehkan oleh otoritas Turki.

"Salah satu kesepakatan tim Indonesia dan pemerintah Turki akan memprioritaskan WNI untuk dikembalikan ke Indonesia. Kami dari Polri akan melakukan upaya persuasif, tidak secara paksa. Jalan paksa itu upaya terakhir," ujarnya.

Selain Ririn, WNI yang membawa serta anaknya ke Turki adalah Tiara Nurmayanti. Ia adalah istri dari M Hidayah, pelaku teroris yang telah tewas di Tulungagung. Tiara pergi ke Turki bersama anaknya yang bernama Syifa Hidayah Kalashnikova.

Pada Rabu (11/3), 16 WNI yang hendak menyebrang ke Suriah ini ditangkap oleh otoritas Turki. (Baca Juga : Chep Hernawan: Saya yang Berangkatkan Bachrumsyah)

Pada saat yang hampir bersamaan, 16 WNI dikabarkan menghilang ketika berkunjung ke Turki dengan menggunakan biro perjalanan resmi Smailing Tour dari Indonesia. Namun menurut pemerintah, kelompok ini berbeda dengan kelompok yang telah ditahan otoritas Turki

Belakangan ini berulang kali terjadi keberangkatan WNI ke Suriah yang diduga terkait dengan ISIS. Sebelumnya, polisi berhasil mendeteksi dan menggagalkan keberangkatan WNI ke Suriah lewat Malaysia dan Bandara Soekarno-Hatta pada akhir tahun 2014 lalu.  (Baca juga: Chep Hernawan: Saya juga Kandidat untuk Berangkat ke ISIS) (sur/sip)