Usai Geledah Rumah di Cibubur, Densus 88 Bergerak ke Tambun
Helmi Firdaus | CNN Indonesia
Minggu, 22 Mar 2015 13:19 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Selain di Cibubur, Detasemen Khusus 88 dan personel Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya juga akan menggeledah di Tambun, Bekasi. Penggeledahan terkait pendanaan dan pengiriman warga negara Indonesia ke Timur Tengah untuk bergabung dengan ISIS.
Sejak Minggu (22/3) pagi, petugas dengan penjagaan ketat menggeledah rumah di Perumahan Legenda Wisata Zona Vivaldi, Cibubur.
"Kami akan bergerak ke Tambun (usai dari Cibubur)," kata Kepala Subdirektorat Jatanras Ditkrimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan kepada CNN Indonesia.
Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Unggung Cahyono menurutnya dijadwalkan akan memantau langsung proses penggeledahan dan memberikan keterangan di Tambun.
Sebelumnya Herry mengatakan penggeledahan akan dilakukan di tiga lokasi lain. Rumah di Cibubur tersebut adalah milik M Amin Mude, seseorang yang diduga terkait ISIS. "Dia (Amin) memfasilitasi WNI yang mau ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS," kata Herry.
Amin pernah menampung 16 orang Makassar, Sulawesi Selatan yang hendak berangkat ke Suriah. Setelah pemeriksaan polisi, Aminudin sempat dilepaskan karena tidak ada jeratan pidana yang bisa memenjarakannya.
Ada tiga lokasi lain yang digeledah oleh Densus 88 hari ini dibenarkan oleh Wakil Kepala Densus 88 Antiteror Komisaris Besar Eddy Hartono. Menurutnya, saat ini penggeledahan terus berlangsung.
"Nanti disampaikan setelah semuanya selesai," kata Eddy saat dihubungi.
(sur)
Sejak Minggu (22/3) pagi, petugas dengan penjagaan ketat menggeledah rumah di Perumahan Legenda Wisata Zona Vivaldi, Cibubur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Herry mengatakan penggeledahan akan dilakukan di tiga lokasi lain. Rumah di Cibubur tersebut adalah milik M Amin Mude, seseorang yang diduga terkait ISIS. "Dia (Amin) memfasilitasi WNI yang mau ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS," kata Herry.
Ada tiga lokasi lain yang digeledah oleh Densus 88 hari ini dibenarkan oleh Wakil Kepala Densus 88 Antiteror Komisaris Besar Eddy Hartono. Menurutnya, saat ini penggeledahan terus berlangsung.
"Nanti disampaikan setelah semuanya selesai," kata Eddy saat dihubungi.
(sur)