Ridwan Hayyie Tewas, Polri Terus Awasi Abu Jibriel

Rinaldy Sofwan Fakhrana, CNN Indonesia | Jumat, 27/03/2015 12:30 WIB
Meski tidak bisa memvonis Abu Jibriel atas keterlibatan anaknya dalam kelompok perang di Suriah, namun polisi memastikan terus memantau pergerakan Abu Jibriel. (Ilustrasi: Getty Images/Zabelin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mabes Polri menyatakan akan mengawasi Abu Jibriel, tokoh Majelis Mujahidin Indonesia, yang putranya tewas karena berperang bersama Jabhat Al Nusra di Suriah.

Kepada CNN Indonesia Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigadir Jenderal Agus Rianto menyatakan akan mengawasi Abu untuk melengkapi data-data Kepolisian. "Seandainya memang terlibat terorisme, pasti kami terus lakukan pengawasan," ujarnya di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (27/3).

Nama Abu Jibriel sebelumnya sempat disebut terkait dengan teror bom JW Marriott di Jakarta, namun tidak terbukti hingga akhir penyelidikan. Terkait hal ini, Agus menyatakan, data yang dimiliki Polri terkait orang-orang yang pernah terlibat terorisme pasti akan terus dipantau.


"Kalau sudah pernah terlibat, datanya tidak akan hilang. Untuk melengkapi data seandainya terjadi hal-hal yang tidak diharapkan," kata Agus.

Walau demikian, Polri tidak bisa begitu saja memastikan keterlibatan Abu dengan aktivitas terorisme walaupun anaknya telah diketahui terafiliasi.

"Hukum kita tidak bisa memvonis seseorang berdasarkan siapa keluarganya. Harus perorangan," ujarnya.

Putra Abu Jibriel, Ridwan Abdul Hayie tewas di Suriah saat berperang bersama pasukan Jabhat Al Nusra, Kamis (26/3) sore waktu setempat. Putra keenam Abu Jibriel itu tewas saat berperang melawan pasukan Suriah.

"Tertembak peluru tank pasukan Bashar Al Assad (Presiden Suriah)," kata pengamat terorisme Al Chaidar kepada CNN Indonesia, Jumat (27/3).

Informasi tewasnya Ridwan menurut Al Chaidar, datang langsung dari keluarga Abu Jibril. Abu Jibril merupakan tokoh Majelis Mujahidin Indonesia (MMI). Dia pernah diduga terlibat beberapa peristiwa terorisme.

Putra sulung Jibriel, Muhammad Jibriel alias Muhammad Ricky Ardan, juga pernah ditangkap polisi karena dituduh terlibat tindak pidana teror.

Al Chaidar menyatakan, di Suriah, Ridwan bukan bergabung dengan ISIS. Ridwan bergabung dengan pasukan Jabhat Al Nusra. Al Nusra adalah pasukan yang selama ini memerangi rezim Al Assad di Suriah.

Al Nusra juga kerap disebut sebagai Al Qaeda di Suriah. Al Nusra adalah cabang Al Qaeda di negara yang tengah berkonflik itu. (meg/meg)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK