"Secara teknis persiapan kongres akan dimulai pada 9 April jam 10 WIB pagi. Untuk pertama kali, kongres PDIP dihadiri lengkap dari seluruh utusan kabupaten kota," kata Hasto menjelaskan di Jakarta, Minggu (29/3).
Keputusan untuk menjadikan Megawati sebagai Ketua Umum telah ditetapkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV di Semarang, Jawa Tengah, pada 2014. Menurut Hasto, pengukuhan Mega di kongres Bali nanti hanya bersifat tradisi demokrasi yang dilakukan secara musyawarah dan mufakat oleh anggota partai.
"Itu adalah tradisi demokrasi ala PDIP, musyawarah mufakat. Maka, kongres akan tetapkan Mega sebagai Ketum," kata dia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada, benturan posisi di struktural partai," kata dia menegaskan.
Hasto mengatakan kader partai yang berada di pemerintahan, seperti Puan, juga bisa melakukan tugas-tugas yang sesuai dengan visi misi partai, seperti diantaranya Revolusi Mental." Nanti tugas itu disinergikan dengan tiga pilar partai," ujar dia.
Kekompakan para anggota PDIP dalam mengantarkan Megawati kembali sebagai Ketua Umum partai membantah hasil survei Poltracking yang menempatkan Jokowi sebagai calon terkuat untuk menjadi Ketua Umum PDIP. Dalam survei yang dirilis pada Minggu (23/3) tersebut, Jokowi mendapatkan poin 29, 35 persen dalam figur yang paling direkomendasikan menjadi Ketum PDIP.