Ahok Pastikan Blok G Tanah Abang akan Sekelas Blok A dan B

Lalu Rahadian, CNN Indonesia | Rabu, 01/04/2015 14:06 WIB
Ahok Pastikan Blok G Tanah Abang akan Sekelas Blok A dan B Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota, Jakarta, Senin, 23 Maret 2015. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melibatkan pihak swasta dalam melakukan pembongkaran Gedung Blok G Pasar Tanah Abang. Nantinya, pihak swasta yang memenangkan lelang pembangunan akan diminta untuk membangun Gedung Blok G Tanah Abang seperti Gedung Blok A dan B yang lebih modern dan bagus.

"(Tender pembangunan Blok G) lagi di beauty contest kan. Ada tidak pihak swasta yang mau bangun (Gedung Blok G) sekelas Blok A dan Blok B. Kita mau samakan persis (Gedung Blok G dengan Blok A dan B). Jadi Tanah Abang itu yang terkenal kan Blok A dan Blok B, kita ingin (Blok G) sekelas seperti itu," ujar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Kantor Walikota Jakarta Utara, Rabu (1/4).

Walaupun akan dibangun ulang, namun Ahok, sapaan akrab Basuki, menjamin akan ketersediaan lahan untuk pedagang kecil yang ingin berjualan di Gedung Blok G nantinya.


Sistem subsidi silang pun akan diterapkan untuk menunjang kemampuan pedagang kecil yang ingin berjualan di Gedung Blok G Tanah Abang setelah pembangunan ulang nantinya.

"Ada porsi untuk pedagang dengan harga murah seperti (di Blok G Tanah Abang) sekarang. Jadi nanti akan ada subsidi silang," kata Ahok.

Ahok berencana akan menyambungkan Blok A dan B Pasar Tanah Abang dengan Blok G yang terletak berdekatan. Ahok yakin penyambungan ketiga blok di Pasar Tanah Abang ini dapat meningkatkan jumlah kunjungan ke Gedung tersebut nantinya.

Blok G Pasar Tanah Abang diresmikan oleh Joko Widodo saat menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 2 September 2013 silam. Blok ini terdiri dari 1.067 kios. Saat direnovasi di masa Jokowi, Blok ini diperuntukan bagi para pedagang kaki lima yang ditertibkan.

Para PKL yang direlokasi ini semula berdagang di badan jalan sehingga membuat kondisi Tanah Abang semrawut.

Namun belakangan, para pedagang tersebut kembali berjualan di luar karena sepinya pengunjung. Ahok pun sempat mengancam mereka yang kembali berdagang di jalanan akan ditangkap dan disita barang dagangannya. (meg/meg)