Cerita di Balik Penguasaan Fraksi Golkar oleh Yorrys Raweyai
Helmi Firdaus | CNN Indonesia
Rabu, 01 Apr 2015 16:17 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Yorrys Raweyai membuka ceritanya dengan CNN Indonesia dengan mengungkapkan bahwa dirinya bukanlah orang yang reaktif. "Saya ini orangnya responsif," tuturnya Rabu (1/4). Responsif dia menyebutnya semua tindakan yang dilakukannya terukur.
Dia sudah mempertimbangkan opsi-opsi yang bakal muncul akibat tindakannya sekaligus mempertimbangkan langkah-langkah yang diambilnya. Termasuk juga soal penguasaan Sekretariat Fraksi Golkar. "Panduannya satu, mana yang publik dan mana yang tidak. Ini kan negara hukum," katanya.
Tiga Pertemuan Pemanasan
Turunnya Yorrys untuk datang sendiri memimpin penguasaan Fraksi Golkar bermula karena kegagalan Agus Gumiwang dan beberapa kawannya menguasai Fraksi Golkar pada Jumat (27/3) lalu.
Usai kegagalan itu, Agus Gumiwang melaporkan itu ke DPP Golkar di Slipi. Laporan ke DPP itu usai mereka melaporkan Ade Komarudin dan Bambang Soesatya ke Bareskrim Mabes Polri karena menghalang-halangi untuk masuk ke ruang fraksi.
"Agus laporan kalau gak berhasil masuk fraksi. Waktu itu ada saya, dan beberapa yang lainnya. Saya tanya ke dia, kenapa sih gak bisa masuk ke fraksi?" tutur Yorrys.
Agus menjelaskan bahwa ruang fraksi dikunci dan diganti passwordnya. "Okeh lah, kalau begitu Senin, saya akan ke sana untuk melihat kenapa sih sampai nggak bisa masuk," jawab Yorrys.
Pembahasan soal penguasaan Fraksi Golkar menjadi pembicaraan yang tidak disengaja ketika ada pertemuan di rumah Mahyudin, Wakil Ketua MPR, Minggu (29/3).
Saat itu, sebut Yorrys, Agus kembali meminta dirinya untuk ikut datang ke ke Fraksi. "Abang lihat-lihat lah ke fraksi besok," kata Yorrys menirukan Agung.
Yorrys menjanjikan bahwa dirinya akan datang ke Fraksi Golkar untuk bertemu dengan Pimpinan Fraksi Golkar kubu Aburizal Bakrie.
Seninnya, sekitar jam 12.00 WIB, Yorrys datang ke DPR. Dia datang sendirian, tidak dengan pasukan, begitu dia menyebutnya. "Buat apa bawa pasukan. DPP aja berhasil saya kuasai, apalagi fraksi. Itu kan hak kita," ungkap Yorrys.
Yorrys tidak langsung ke Sekretariat Fraksi Golkar. Dia melipir dulu ke ruang Fraksi Golkar di MPR. Waktu itu di sana sudah ada Agus Gumiwang, Fayakun, Agun Gunandjar dan beberapa orang lainnya. Pembicaraan soal rencana penguasaan Fraksi Golkar.
Dia sudah mempertimbangkan opsi-opsi yang bakal muncul akibat tindakannya sekaligus mempertimbangkan langkah-langkah yang diambilnya. Termasuk juga soal penguasaan Sekretariat Fraksi Golkar. "Panduannya satu, mana yang publik dan mana yang tidak. Ini kan negara hukum," katanya.
Tiga Pertemuan Pemanasan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai kegagalan itu, Agus Gumiwang melaporkan itu ke DPP Golkar di Slipi. Laporan ke DPP itu usai mereka melaporkan Ade Komarudin dan Bambang Soesatya ke Bareskrim Mabes Polri karena menghalang-halangi untuk masuk ke ruang fraksi.
Agus menjelaskan bahwa ruang fraksi dikunci dan diganti passwordnya. "Okeh lah, kalau begitu Senin, saya akan ke sana untuk melihat kenapa sih sampai nggak bisa masuk," jawab Yorrys.
Pembahasan soal penguasaan Fraksi Golkar menjadi pembicaraan yang tidak disengaja ketika ada pertemuan di rumah Mahyudin, Wakil Ketua MPR, Minggu (29/3).
Saat itu, sebut Yorrys, Agus kembali meminta dirinya untuk ikut datang ke ke Fraksi. "Abang lihat-lihat lah ke fraksi besok," kata Yorrys menirukan Agung.
Yorrys menjanjikan bahwa dirinya akan datang ke Fraksi Golkar untuk bertemu dengan Pimpinan Fraksi Golkar kubu Aburizal Bakrie.
Seninnya, sekitar jam 12.00 WIB, Yorrys datang ke DPR. Dia datang sendirian, tidak dengan pasukan, begitu dia menyebutnya. "Buat apa bawa pasukan. DPP aja berhasil saya kuasai, apalagi fraksi. Itu kan hak kita," ungkap Yorrys.
Yorrys tidak langsung ke Sekretariat Fraksi Golkar. Dia melipir dulu ke ruang Fraksi Golkar di MPR. Waktu itu di sana sudah ada Agus Gumiwang, Fayakun, Agun Gunandjar dan beberapa orang lainnya. Pembicaraan soal rencana penguasaan Fraksi Golkar.
Jangan Pecahkan Kaca
BACA HALAMAN BERIKUTNYA