Tiga deputi tersebut antara lain Deputi I Bidang Monitoring dan Evaluasi dipegang oleh Darmawan Prasodjo, Deputi II Bidang Pengelolaan dan Kajian Program Prioritas dipegang Yanuar Nugroho, dan Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis dipegang Purbaya Yudhi Sadewa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satu hari rapat bisa lima kali. Dan lima kali itu bisa tujuh agenda. Dan tujuh agenda itu bisa enam kali diputuskan dan dilaksanakan. Tapi ini negara besar dan hasilnya itu tentu tidak bisa segera terlihat. Ini baru akan kelihatan hasilnya 1,5 tahun sampai dua tahun ke depan," kata dia.
Juru bicara presiden bukanlah hal baru. Pada era Orde Baru, juru bicara presiden seringkali perannya dirangkap oleh Menteri Sekretaris Negara. Salah satu yang terkenal adalah mantan Mensesneg almarhum Moerdiono. Lalu di era transisi masa Presiden Habibie, Dewi Fortuna Anwar ditunjuk sebagai juru bicara. Pada era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ada empat juru bicara, Wimar Witoelar, Adhie Massardi, Yahya C Staquf dan Wahyu Muryadi.
Pada saat Megawati Soekarnoputri jadi presiden, tidak ada juru bicara kepresidenan. Saat presiden Susilo Bambang Yudhoyono, juru bicaranya adalah Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal serta Julian Andrin Pasha. (pit)