Sejumlah fraksi di DPR terang-terangan menentang keras terbitnya perpres yang isinya menyebutkan kenaikan jumlah tunjangan uang muka (down payment/DP) bagi pembelian mobil dari Rp 116,65 juta menjadi Rp 210,89 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BPJS Kesehatan baru-baru ini menyebutkan akan menaikkan iuran keanggotaan agar masalah keuangan tidak lagi terjadi. Rencana kenaikan iuran peserta BPJS ini ditolak oleh DPR.
Pandangan Arsul tersebut dikuatkan oleh anggota Fraksi Partai Gerindra Aryo P. S. Djojohadikusumo. Menurut Aryo, fraksinya sangat menolak kebijakan pemerintah tersebut. “Kalau angkanya tidak naik (tetap Rp 116,65 juta) kami dukung tapi kalau dinaikan kami jelas menolak,” kata Aryo kepada CNN Indonesia, Senin (6/4).
Anggota Komisi VII ini menilai pemerintah sangat salah dengan menaikkan uang muka untuk pembelian mobil pejabat. “Rakyat sudah diberatkan dengan berbagai kenaikan kebutuhan pokok, dari mulai BBM, elpiji, dan listrik,” ujar Aryo yang mengaku usulan kenaikan uang muka pembelian mobil pejabat bukan berasal dari DPR. (Baca: Istana: Kenaikan Tunjangan DP Mobil Pejabat Usul Ketua DPR) (obs)