Bila Somasi Tak Digubris, YLKI akan Gugat Dua Menteri Jokowi

Yohanie Linggasari, CNN Indonesia | Jumat, 27/03/2015 14:26 WIB
Bila Somasi Tak Digubris, YLKI akan Gugat Dua Menteri Jokowi Menteri Kesehatan (Menkes), Nila F Moeloek, memberikan vitamin kepada anak, usai imunisasi difteri, di Paud Edelwis, Rawang, Padang, Sumatera Barat, Jumat (20/2). (ANTARA Iggoy el Fitra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyatakan akan menggugat Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa karena telah membagikan rokok gratis kepada Suku Anak Dalam di Sungai Kemang, Desa Olak Besar, Kecamatan Batin XXIV, Jambi.

Tulus berpendapat tindakan seorang pejabat negara yang membagikan rokok kepada rakyatnya tidak bisa diterima akal sehat. Menurutnya, akan lebih elegan bila biaya untuk membeli rokok dialihkan seluruhnya untuk sembako atau barang lain yang lebih bermanfaat.

Lebih lanjut, Tulus mengatakan pembagian rokok secara gratis bertentangan dengan isi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Produk Tembakau sebagai Zat Adiktif bagi Kesehatan.


Pada pasal 35 ayat 1 PP tersebut disebutkan bahwa pemerintah melakukan pengendalian promosi produk tembakau dengan tidak memberikan secara cuma-cuma, potongan harga, hadiah produk tembakau, atau produk lainnya yang dikaitkan dengan produk tembakau.

"Kami minta Khofifah klarifikasi, apakah benar apa yang diberitakan media kalau dia membagikan rokok?" kata Tulus. Bila benar, Tulus meminta agar Khofifah mau meminta maaf kepada publik atas perbuatannya.

"Namun, setelah kami perhatikan media, tidak ada bantahan darinya. Seakan-akan berita itu benar," kata Tulus. Ia pun mempertanyakan motif Khofifah bila itu benar.

"Kalau alasannya kultural, karena suku Anak Dalam biasa merokok, itu tetap tidak bisa diterima. Karena merokok merupakan budaya yang harus dihentikan," katanya.

Adapun, YLKI menyatakan telah menyurati Kemensos untuk memberikan somasi. "Kami beri waktu dua minggu bagi mereka untuk merespons. Kalau tidak digubris, kami akan gugat ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Modelnya nanti legal standing atau citizen lawsuit," kata Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azaz Tigor Nainggolan.

Gugatan itu, kata Tigor, yang juga pengacara di Solidaritas Advokat Publik untuk Pengendalian Tembakau (Sapta) akan ditujukan ke Khofifah dan Nila Moeloek selaku menteri kesehatan. Gugatan itu menuntut agar kedua menteri itu meminta maaf kepada publik.

"Kami minta Khofifah minta maaf atas perbuatannya, sementara Nila minta maaf karena tidak mengingatkan koleganya," katanya.

Lebih lanjut, Tigor mengatakan akan menggunakan Pasal 1365 dan 1367 KUH Perdata mengenai perbuatan melawan hukum. Dijelaskan dalam pasal itu bahwa perbuatan yang melawan hukum yang dimaksud adalah apabila seseorang karena kesalahannya sehingga menimbulkan akibat yang merugikan pihak lain.

Seperti diberitakan sebelumnya oleh banyak media, Khofifah mengunjungi suku Anak Dalam di Jambi. Dalam kunjungan tersebut, Khofifah bermaksud menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya 11 orang Suku Rimba karena kelaparan. Dalam kunjungannya, diberitakan bukan hanya sembako dan pakaian yang dibagikan, tetapi juga rokok.

(hel)