"Katanya status quo, tapi kenapa ada penggeseran di komisi?" ujar Priyo di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Rabu (8/4).
Ia menyayangkan sikap tersebut. Priyo mengaku bahwa pengurus Golkar hasil Musyawarah Nasional Jakarta, terlebih lagi di parlemen yang dipimpin oleh Agus Gumiwang Kartasasmita menghormati putusan tersebut dan memilih untuk mundur, demi mendinginkan suasana di kedua belah pihak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fayakhun cs pun berhasil masuk setelah menunggu sekitar 30 menit dan mencongkel kunci pintu kaca menuju ruang rapat dan pimpinan fraksi.
Status tersebut yang kemudian menyebabkan keduanya tidak boleh melakukan atau membuat keputusan apapun terkait fraksi. Hasil lainnya adalah tidak ada lagi penguncian kantor fraksi Golkar seperti kejadian Senin (30/3) lalu.
Sebelumnya, tiga anggota fraksi Golkar yang notabene loyalis Agung Laksono yang dirotasi oleh loyalis Aburizal Bakrie. Zainudin Amali dan Yayat Biaro yang sebelumnya bertugas di Komisi III, dirotasi ke Komisi VIII. Sementara itu, Adies Kadir yang juga merupakan anggota Komisi III, dirotasi ke Komisi IX.
Kemudian, ketiga posisi yang kosong di Komisi III tersebut diisi oleh Misbakhun yang sebelumnya dari Komisi XI bersama dengan Ahmadi Noor Supit, dan juga Kahar Muzakir yang sebelumnya bertugas di Komisi II DPR.
Sekretaris fraksi Golkar Aburizal Bakrie, Bambang Soesatyo mengatakan tidak ada hal yang perlu didramatisir dari rotasi anggota fraksi di komisi-komisi tersebut. Menurutnya, rotasi tersebut menjadi rotasi seperti yang biasa dilakukan di setiap masa persidangan. Lebih lanjut, Bambang mengatakan tujuan dari rotasi tersebut untuk memperkuat kinerja fraksi Partai Golkar di setiap fraksi di DPR. (adt)