Menteri Anies: Temukan Kecurangan UN SMS ke 1771

Yohannie Liggasari, CNN Indonesia | Senin, 13/04/2015 12:36 WIB
Menteri Anies: Temukan Kecurangan UN SMS ke 1771 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan memuji pantomim Malik Nurul Huda, siswa difabel kelas XII, SLBN 01, Lebak Bulus, Jaksel, pada Senin (13/4). (CNN Indonesia/Yohannie LInggasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengimbau masyarakat untuk turut mengawasi pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Bila menemui adanya pelanggaran, masyarakat dapat melapor dengan mengirim pesan singkat ke 1771 atau telepon ke 177.

"Saya sering katakan, orang baik jangan diam. Laporkan dan lawan praktik-praktik curang," ujar Anies saat diwawancarai seusai sidak UN di kawasan Depok, Jawa Barat, Senin (13/4).

Anies berpendapat masyarakat harus turut membantu mengembalikan UN menjadi praktik yang penuh kejujuran. Apalagi, untuk tahun ini, Kemendikbud akan memberikan indeks integritas kepada tiap-tiap sekolah.


Indeks integritas nantinya akan mengukur tingkat kejujuran tiap sekolah dalam melaksanakan UN. Pusat Penilaian Pendidikan Kemendikbud adalah pihak yang akan menilai dan mengeluarkan indeks integritas tersebut.

Namun, Anies enggan menjelaskan metode penilaian indeks integritas tersebut. "Metodenya nanti kami jabarkan kalau UN sudah selesai," ujar Anies kemudian tersenyum. Ia mengatakan hal itu perlu dilakukan agar indeks integritas dapat memberikan laporan yang akurat.

Dengan adanya indeks integritas, Anies berharap sekolah bisa lebih jujur dalam pelaksanaan UN. "Lebih baik indeks integritas tinggi meski nilainya tidak terlalu bagus, daripada sebaliknya," kata Anies.

Bagi sekolah yang melakukan kecurangan, Anies mengatakan sanksinya adalah sanksi pidana. Misalnya, terkait pembocoran soal UN. "Soal UN termasuk dokumen negara. Kalau dibocorkan, maka sanksi pidana yang akan diberikan," ujar Anies.

Terkait hal tersebut, Anies mengacu pada Permendikbud Nomor 5 Tahun 2015 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik, Penyelenggaraan Ujian Nasional, dan Penyelenggaraan Ujiam Sekolah/ Madrasah/ Pendidikan Kesetaraan pada SMP/ MTs atau yang sederajat dan SMA/ MA/ SMK atau yang sederajat.

Dalam pasal 23 ayat 5, tertulis: Naskah soal UN sebelum dan sesudah pelaksanaan UN termasuk dalam klasifikasi dokumen negara yang bersifat rahasia sampai ditentukan lain oleh Badan Penelitian dan Pengembangan.

Pentingnya kejujuran ini juga disampaikan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaha Purnama (Ahok) saat sidak UN  Senin (13/4) pagi.  Saat meninjau di SMK 27, Ahok datang dengan didampingi Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede dan Kepala Dinas Pendidikan DKI Arie Budhiman. Semula mantan Bupati Belitung Timur tersebut diagendakan mengunjungi SMA 1 Jakarta. Namun, agenda tersebut batal karena Ahok memilih untuk mendatangi satu sekolah swasta.

Di SMK 27, Ahok memberikan nasihat kepada para siswa untuk mengedepankan kejujuran pada saat mengerjakan soal-soal ujian kelulusan mereka.
"Anak-anak tidak hanya lulus ujian, tapi mengedepankan jujur. Jujur, kalau enggak, akan ikut edan. Yang jujur lebih untung. Bukan cuma etika dan kejujuran jadi integritas," kata Ahok. 

Kepada para siswa, Ahok pun menekankan pentingnya kreativitas dan bersosialisasi dengan sesama. Ia menganggap, ide dan gagasan lebih utama dibandingkan modal ataupun materi. "Hal yang paling penting kreativitas dan relasi baik. Kalau Anda mau kreatif, harus bertakwa kepada Tuhan. Orang kreatif pasti kreator, kalau modal urusan kedua," ucapnya.

Baca Fokus: Cara Baru Ujian Nasional. (hel)