SMA di Bangka yang Sempat Masalah Sudah Bisa Jalankan UNCBT

Yohanie Linggasari, CNN Indonesia | Selasa, 14/04/2015 06:56 WIB
SMA di Bangka yang Sempat Masalah Sudah Bisa Jalankan UNCBT Mendikbud Anies Baswedan (tengah) didampingi Kepala Puspendik Kemendikbud Nizam (kiri) serta Kepala Litbang Kemendikbud Furqon (kanan) memaparkan hasil persiapan Ujian Nasional (UN) SMA, Jakarta, Kamis (9/4). ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ed/Spt/15
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nizam menyatakan pihaknya telah memperbaiki server di sebuah sekolah di Bangka Belitung yang merupakan pelaksana Ujian Nasional Computer Based Test (UNCBT). 

Sekolah yang kemarin sempat bermasalah tersebut hari ini sudah bisa melaksanakan UNCBT lagi.  "Kemarin malam saya cek, pukul 21.00 WIB server sudah berjalan dengan baik," kata Nizam saat ditemui di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2, Gajah Mada, Jakarta Barat, Selasa (14/4) pagi. 

Namun, siswa yang kemarin tidak bisa mengikuti UNCBT akan mengikuti susulan pada Senin (20/4) pekan depan. "Salah satu masalahnya adalah sinkronisasi yang tidak berjalan dengan baik," kata Nizam.

Meski telah menyiapkan soal kertas UN untuk cadangan, Nizam mengatakan opsi melaksanakan UN dengan manual tidak akan dilakukan bila sistem UNCBT yang error hanya di beberapa kelas.

"Kalau errornya semua kelas dan seharian, itu baru kami putuskan opsi kembali ke UN manual," kata Nizam. Sejauh ini ia mengatakan belum ada masalah fatal terkait mati listrik. Bila pun ada, lanjut Nizam, listrik hanya mati sekitar sepuluh menit.

"Ini adalah sebuah rintisan yang penuh dengan tantangan. Intinya siswa jangan sampai dirugikan," kata Nizam. Untuk tim Puspendik di pusat, Nizam mengatakan hanya ada lima orang untuk mengurusi UNCBT.

"Masalah teknologi sudah tidak ada masalah. Namun, bisa dibayangkan kami lima orang mengurusi UNCBT yang diikuti ratusan ribu siswa," ujarnya.

Sebelumnya, usai UNCBT hari pertama kemarin, Nizam memastikan, jumlah gangguan bahkan tidak mencapai angka satu persen dari jumlah keseluruhan sekolah yang mengadakan UNCBT. 

Dijelaskan oleh Nizam, sejauh ini, baru tiga laporan yang dia terima terkait adanya masalah dari sekolah pelaksana UNCBT. "Ada yang dari Bangka Belitung, Bantul, dan Sulawesi Barat. Tinggal Bangka Belitung yang belum selesai masalahnya. Sisanya sudah terselesaikan," kata Nizam kepada CNN Indonesia, Senin (13/4) malam. 


Untuk sekolah di Bangka, Nizam mengatakan masalah terjadi pada server sekolah. "Akibatnya, tiap sepuluh menit langsung log out. Tapi itu juga tidak terjadi di semua kelas, melainkan hanya di dua kelas," kata Nizam. (Baca juga: Kemdikbud Klaim Masalah UNCBT di Bawah Satu Persen)

Karena ini UN model baru, beberapa sekolah melakukan antisipasi. Salah satunya yang ada di Pontianak. Khawatir daya listrik tidak stabil, sekolah itu mengandalkan genset dan uninterruptable power supply (UPS). Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Sulistyo saat dihubungi CNN Indonesia, Senin (13/4).

"Sekolah khawatir karena listrik memang tidak terlalu bagus di sini jaringannya," kata Sulistyo saat mengawasi UN CBT di SMKN 8, Pontianak. 

Baca Fokus: Cara Baru Ujian Nasional

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 8 Pontianak, katanya, merupakan satu-satunya SMK di provinsi Kalbar yang mengikuti UN CBT. Selain SMKN 8, terdapat 2 SMA swasta dan 3 SMA negeri yang mengikuti UN CBT.

(hel)