Jokowi: Kami Total Perangi Kecurangan Ujian Nasional

Yohannie Linggasari, CNN Indonesia | Selasa, 14/04/2015 08:47 WIB
Jokowi: Kami Total Perangi Kecurangan Ujian Nasional Presiden Joko Widodo (kiri) bersama dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan (kanan) saat mengunjungi SMAN 2 untuk meninjau pelaksanaan Ujian Nasional, Selasa (14/4). (CNN Indonesia/ Yohannie Linggasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan akan total memerangi kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Ia juga menyatakan tidak akan menoleransi kebocoran soal UN.

"Laporkan bila ada kecurangan atau kebocoran soal UN. Karena target kami adalah indeks integritas menunjukkan kejujuran yang tinggi," kata Jokowi saat ditemui seusai sidak di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2, Gajah Mada, Jakarta Barat, Selasa (14/4).

(Lihat Juga: FOKUS Cara Baru Ujian Nasional
)

Menurut Jokowi, indeks integritas sangat penting untuk menggalakkan kembali kejujuran di bidang pendidikan.


"Hal yang kami urus bukan hanya kelulusan. Sekolah diukur mana yang tingkat kejujurannya tinggi dan tidak. Itu kelihatan nanti," katanya.

Apalagi, kata Jokowi, UN tidak lagi menjadi syarat utama kelulusan sehingga diharapkan siswa dapat mengerjakan dengan lebih jujur.

"Ini penting. Dengan begitu, akan menurunkan tekanan dan risiko terhadap siswa," katanya.

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan akan melakukan investigasi terkait kebocoran soal UN.

(Lihat Juga: UN Berbasis Komputer Minimalisir Jual Beli Soal
)

"Kami tidak akan menoleransi praktik kecurangan," kata Anies.

Sementara, untuk indeks integritas, Anies mengatakan berdasarkan laporan sebelumnya, sekolah-sekolah di DKI Jakarta merupakan sekolah dengan catatan indeks integritas yang baik.

"Selamat pada Gubernur DKI Jakarta karena indeks integritas Jakarta termasuk tinggi," kata Jokowi kepada Ahok.

(Baca Juga: Ahok: Ujian Nasional Cara Baru Tak Buat Stress
)

Menurut Jokowi, pemerintah sebaiknya tidak perlu memberikan target kelulusan.

"Saya tidak pernah memberi target kelulusan sejak saya jadi Walikota Solo atau saat menjadi Gubernur DKI Jakarta," kata Jokowi.

Sebelumnya, Anies mengimbau kepada masyarakat bila menemui adanya pelanggaran, dapat melapor dengan mengirim pesan singkat ke 1771 atau telepon ke 177.

Sementara itu, indeks integritas nantinya akan mengukur tingkat kejujuran suatu sekolah dalam melaksanakan UN. Pusat Penilaian Pendidikan Kemendikbud adalah pihak yang akan menilai dan mengeluarkan indeks integritas tersebut.

Namun, soal metode penilaian kejujuran tersebut, Anies enggan menjelaskan.

"Metodenya nanti kami jabarkan kalau UN sudah selesai," ujar Anies kemudian tersenyum. Ia mengatakan hal itu perlu dilakukan agar indeks integritas dapat memberikan laporan yang akurat. (utd/utd)