Presiden Jokowi Puji Pelaksanaan Ujian Nasional

Yohannie Linggasari, CNN Indonesia | Selasa, 14/04/2015 10:05 WIB
Presiden Jokowi Puji Pelaksanaan Ujian Nasional Sejumlah pelajar mengikuti Ujian Nasional (UN) berbasis komputer di SMK Negeri 1, Jakarta, Senin, 13 April 2015. Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menegah menjalankan kebijakan baru dengan mengadakan UN berbasis komputer pada 585 sekolah di seluruh Indonesia. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo berpendapat Ujian Nasional Computer Based Test (UNCBT) yang mulai dilaksanakan pada tahun ini cukup berhasil. Pasalnya, Jokowi menilai tidak ada masalah signifikan dalam pelaksanaan UNCBT.

"Saya terima laporan, kendala UNCBT hanya terjadi di tiga sekolah di seluruh Indonesia. Kalau dilihat, persentase sekolah penyelenggara UNCBT yang bermasalah hanya 0,06 persen," kata Jokowi saat ditemui seusai sidak di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Gajah Mada, Jakarta Barat, Selasa (14/4). (Baca juga: Jokowi: Kami Total Perangi Kecurangan Ujian Nasional)


Jokowi mengimbau agar komputer tidak hanya digunakan sekolah untuk UNCBT. Melainkan, lebih sering dan rutin digunakan untuk proses pembelajaran di sekolah. "Selama bertahun-tahun, komputer bisa digunakan sekolah untuk kegiatan belajar mengajar," kata Jokowi.


Pada hari ini, Jokowi bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama melakukan kunjungan ke SMAN 2 dan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

SMAN 2 menyelenggarakan UN berbasis kertas, sementara SMKN 1 menyelenggarakan UNCBT. "UN berjalan baik di seluruh Indonesia. Semua berjalan dengan tenang dan baik," kata Jokowi. (Baca juga: 

Selain mengimbau para siswa agar mengerjakan UN dengan jujur, Jokowi juga menyarankan agar para siswa berdoa terlebih dulu sebelum mengerjakan UN. Kemudian, diakhiri dengan menjabat tangan para siswa dan foto bersama.

"Kalau saya lihat, siswa tampak tidak tertekan karena UN yang sekarang sudah tidak menjadi penentu kelulusan," ujar Jokowi. (Lihat Juga: FOKUS Cara Baru Ujian Nasional) (sip)