Ahok: Nilai Bagus Ujian Bukan Jaminan di Dunia Kerja

Aulia Bintang Pratama, CNN Indonesia | Selasa, 14/04/2015 09:16 WIB
Ahok: Nilai Bagus Ujian Bukan Jaminan di Dunia Kerja Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama melakukan sidak UN ke SMAN 2 Jakarta, Selasa (14/4). Ahok mengingatkan kejujuran adalah hal yang utama, tak peduli jika harus dimusuhi banyak orang. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja mengingatkan para siswa sekolah menengah atas (SMA) yang sedang melaksanakan Ujian Nasional (UN) untuk tetap jujur dalam melaksanakan ujian. Menurut Ahok, nilai bagus tak akan menjadi jaminan saat mereka sudah bekerja nanti.

Peringatan tersebut disampaikan Ahok, panggilan akrab Basuki, saat dirinya mengunjungi SMAN 2 Jakarta dalam rangka meninjau pelaksanaan UN. "Banyak orang mengambil jalan ringkas padahal yang sebenarnya dibutuhkan adalah proses," kata Ahok di SMAN 2 Jakarta, Selasa (14/4).

"Hari ini orang-orang tidak butuh proses tapi yang penting langsung hantam lulusnya. Padahal jika bicara kerja orang tak peduli nilai bagus atau pintar, jika tidak jujur ya dipecat," ujarnya menegaskan.


Ahok menambahkan ujung dari semua hal yang dilakukan adalah soal kejujuran. Seseorang yang akan bertahan dalam menjalani fase kehidupan pada akhirnya adalah orang yang memiliki kejujuran. (Baca: Menteri Anies: Temukan Kecurangan UN SMS ke 1771)

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut menuturkan, siswa SMA harus tahu soal fakta-fakta tersebut. Jangan sampai anak-anak tahunya orang yang tidak jujur itu adalah orang yang hebat dan senang-senang.

Ahok menambahkan, uang akan datang sendiri kepada orang yang punya ide dan kejujuran. "Kalau kamu jujur maka kamu bisa punya ide apapun, ide jujur itu duit pasti akan datang kok," kata Ahok. (Baca: Ujian Nasional di Papua Sempat Terkendala Mati Listrik)

"Itu yang saya harap anak-anak SMA ini mengerti konsepnya. Kadang mereka tergoda untuk beli soal dan nyontek, yang penting lulus," tuturnya.

Menurut Ahok, para pelajar tak perlu memaksakan kemampuan otaknya yang memang memiliki keterbatasan. Dia menekankan bahwa kejujuran dan sikap melayani merupakan modal utama yang paling penting dari seluruh karakter yang dimiliki setiap calon penerus bangsa.

"Kalau merasa tidam mampu yasudah. Otak kita ada batasnya. Saya kira jujur nomor satu, biarkan mau dimusuhin oleh 100 orang sekalipun," ujarnya. (Baca: Ahok: Sekolah Internasional Tak Jamin Kualitas Lulusan)

"Hari ini orang-orang sepertinya tidak butuh proses tetapi yang penting langsung hantam lulusnya. Padahal jika bicara kerja, (perusahaan) tak peduli nilai bagus atau pintar, jika tidak jujur ya dipecat."Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama
Ahok bersama Presiden Indonesia Joko Widodo dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan Selasa pagi mengunjungi SMAN 2 Jakarta untuk melihat persiapan UN hari ke dua. Ahok mengatakan sistem UN tahun ini telah menghilangkan stres di dalam diri para siswa.

Selain itu para siswa pun mengerti jika sekarang nilai mereka di SMA akan menjadi acuan untuk masuk ke perguruan tinggi negeri.

"Sistem baru ini tidak (membuat) stres ya. Yang dulu kesannya memang tegang karena menentukan nasib tiga tahun ditentukan dua jam," kata Ahok saat ditemui di SMAN 2 Jakarta, Selasa (14/4). (rdk)