Pertama Kalinya SMA Keagamaan Katolik dan Protestan Ikut UN

Yohannie Linggasari, CNN Indonesia | Kamis, 16/04/2015 20:07 WIB
Pertama Kalinya SMA Keagamaan Katolik dan Protestan Ikut UN Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan (kanan) saat meninjau para peserta Ujian Nasional (UN) di SMA N 2 Jakarta, Jakarta, Selasa (14/4). CNN Indonesia/ Yohannie Linggasari
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan mengatakan, untuk pertama kalinya sekolah menengah atas keagamaan Katolik dan Protestan mengikuti Ujian Nasional (UN) pada tahun ini.

Tercatat 852 siswa SMA keagamaan Kristen dan 101 siswa SMA keagamaan Katolik mengikuti UN pada tahun ini. Sementara, jumlah peserta UN untuk sekolah menengah keagamaan Islam berjumlah 23.942 orang.

Jenis mata pelajaran yang diujikan untuk sekolah teologi Kristen, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Alkitab, Etika Kristen, dan Sejarah Gereja.


Sedangkan mata pelajaran yang diujikan SMA Keagamaan Katolik, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Kitab Suci, Doktrin Gereja Katolik dan Moral Kristiani, serta Liturgi.

Di sisi lain, mata pelajaran yang diujikan di sekolah menengah keagamaan Islam adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Tafsir, Hadits, dan Fiqh.

Pada hari ini, Anies mengatakan UN memasuki puncak kompleksitas. Pasalnya, di seluruh Indonesia, total mata pelajaran yang diujikan untuk UN berbasis kertas adalah 146 mata pelajaran. Sementara, untuk UNCBT berjumlah 96 mata pelajaran.

"Dalam waktu bersamaan, UN berjalan dengan lancar meski jumlah mata pelajaran yang diujikan secara serentak di seluruh Indonesia sangat banyak," kata Anies.

Banyaknya mata pelajaran itu disebabkan bervariasinya sekolah menengah kejuruan di seluruh Indonesia. Karenanya, mata pelajaran pun disesuaikan dengan variasi SMK.

"Sesuai dengan laporan siang tadi, 99 persen pelaksanaan UN berjalan dengan lancar," katanya. Namun, ia mengakui masih adanya kendala pelaksanan UN. Misalnya, di SMK 1 Ciamis yang mengalami kerusakan server.

"Solusinya, siswa akan ikut susulan. Ditemukan juga soal kurang lengkap di Bandar Lampung, namun sudah diatasi," katanya. Dari berbagai pengaduan yang masuk ke Kemendikbud, Anies mengatakan telah menindaklanjuti laporan yang ada. "Hanya satu laporan yang belum selesai ditindaklanjuti, yaitu satu dari DKI Jakarta," katanya.  

Diketahui sebanyak 125.398 siswa mengikuti UNCBT. Sementara, sejumlah 1.125.647 siswa mengikuti UN berbasis kertas. Adapun, jumlah sekolah yang melaksanakan UN di seluruh Indonesia mencapai 10.362 sekolah. (obs/obs)