Yosep Penyidik Benjina Ujung Tombak Lawan Illegal Fishing

Helmi Firdaus, CNN Indonesia | Selasa, 21/04/2015 11:38 WIB
Yosep Penyidik Benjina Ujung Tombak Lawan Illegal Fishing Petugas menunjukkan bekas luka salah satu Anak Buah Kapal (ABK) yang bekerja di PT. PBR Benjina tiba di PPN Tual, Maluku, Sabtu (4/4). (ANTARA/Humas Kementerian Kelautan Perikanan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jabatan terakhir Yosep Sairlela sebeluma dia tewas di Hotel Treva, Jakarta, Sabtu lalu adalah Koordinator Pos Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) di Benjina. Posisi yang dia dapatkan salah satunya karena Oce - begitu Yosep Sairlela biasa dipanggil - disebut rekan sekerjanya sebagai salah satu pelopor pengawasan perikanan.

“Bang Oce, bersama saya dan beberapa rekan, bisa dibilang sebagai ujung tombak pengawasan ilegal fishing di Indonesia,” kata Muktar A.P.I mantan atasan Oce yang kini bertugas sebagai Kepala Stasiun PSDPK Kendari, saat berbincang dengan CNN Indonesia, Selasa (21/4).

Mukhtar menjelaskan, selama ini, dirinya dan Oce, juga beberapa kawan lainnya, sering berkoordinasi perihal pengawasan terkait illegal fishing di Indonesia. Jika mereka bertugas di wilayah yang berbeda, mereka akan saling memberikan kabar terkait kapal-kapal yang dicurigai melakukan illegal fishing. (Baca juga: Yosep Penyidik Kasus Benjina Dikenal Tegas dan Disiplin)


“Seperti saya dan Bang Oce. Saya beberapa hari yang lalu kan dipindahkan ke Kendari. Karena itu, kami sering bertukar informasi, terkait pekerjaan kita. Kendari kan Indonesia tengah, sementara Benjina kan di Indonesia Timur,” lanjutnya.

Oce, saat menjadi bawahannya di Tual 2014 lalu pernah melakukan penangkapan atas Kapal Motor (KM) Masa Jaya 21 karena tidak memikili kelengkapan dokumen yang cukup untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan. Kasus ini pun sudah dibawa ke pengadilan. (Baca juga: Bakal Ada Tersangka Baru Kasus Perbudakan Benjina)

Oce, lanjut Mukhtar, memulai karirnya sebagai PNS Perikanan dan Kelautan. Kemudian, naik menjadi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Muktar menyebut, dirinya juga PPNS, sama seperti Oce. Penyidikan keduanya terakhir dilakukan bersama jua tahun lalu, terhadap KM Antasena. Namun, untuk kasus ini hanya diberikan pembinaan saja, tutur Mukhtar.

Polisi kini tengah menyelidiki sebab kematian Yosep. Kepala Unit Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Bareskrim Polri Ajun Komisaris Besar Arie Dharmanto mengatakan, keberadaan Yosep di Jakarta dalam rangka penyelidikan kasus perbudakan dan pencurian ikan yang dilakukan kapal Pusaka Benjina Resources. 

Untuk menguak tewasnya Yosep, Polres Jakarta Pusat telah memeriksa tiga orang saksi sembari menunggu hasil autopsi dari rumah sakit yang diperkirakan bakal keluar sekitar dua pekan.

"Tiga orang saksi yang kami periksa karyawan hotel," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Tatan Dirsan Atmaja kepada CNN Indonesia. 

Saat menemukan Yosep tewas di kamar hotel, polisi, menurut Tatan tak menemukan luka serius. Memang ada luka memar di pipi Yosep. Namun polisi yakin bukan luka memar itu yang jadi penyebab kematian. (Baca juga: Polisi Periksa Tiga Saksi Kasus Tewasnya Penyidik Benjina

Kapal Pusaka Benjina Resources diduga melakukan praktik perbudakan di kapal ikan yang beroperasi Kepulauan Aru, Maluku. Saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Tim Satgas Anti Penangkapan Ikan Ilegal tengah mendalami kasus tersebut. (hel/sip)


BACA JUGA