Menurut mantan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan itu, tugas menteri adalah membantu presiden maka tidak seharusnya mereka melakukan manuver yang akhirnya kontra produktif dengan presiden. (Baca juga: Apapun Kondisinya, Rombak Kabinet Kewenangan Jokowi)
"Menteri adalah pembantu presiden maka harus membantu presiden sepenuhnya dan tidak boleh seorang menteri bermanuver," kata Pram - sapaan akrab Pramono - saat ditemui di kompleks DPR RI, Selasa (21/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait perombakan kabinet, Pram mengatakan itu semua akan dikembalikan kepada presiden. Menurutnya presiden pasti telah melakukan penilaian selama enam bulan masa kerja para menteri dan sudah mengetahui mana-mana saja menteri yang melakukan tugas tidak sesuai dengan harapan dan target pemerintahan. (Baca juga: Politisi PDIP Sebut Banyak Menteri Tak Paham Konsep Jokowi)
Isu reshuffle berhembus setelah Poltracking merilis hasi survei terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Poltracking menyebut, sebanyak 48,5 persen responden mereka menyatakan tidak puas pada hasil kerja sementara Kabinet Kerja.
Angka ketidakpuasan tersebut lebih rendah dibandingkan presentase narasumber yang menyatakan puas terhadap pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, yakni 44 persen. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap Kabinet Kerja ini merupakan yang terendah dalam enam bulan terakhir. (Baca juga: Kepuasan atas Kinerja Jokowi-JK Capai Titik Terendah) (pit)