"Kalau ada Badrodin (Kapolri) dan Budi Gunawan, besar kemungkinan ada dua matahari kembar di tubuh Polri," ujar Koordinator Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan ICW, Emerson Yuntho di kantor KontraS, Selasa (21/4).
Menurut Emerson, munculnya dualisme kepemimpinan di institusi Polri ini dikhawatirkan dapat mengganggu soliditas atau bahkan membuka kemungkinan perpecahan di dalam tubuh institusi tersebut, mengingat masing-masing pemimpin memiliki anak buahnya sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tau Kapolri jarang ada di kantor sehingga yang memimpin konsolidasi dan koordinasi di dalam Polri itu Wakapolri," ujar Haris.
"Kita patut menduga kuat bahwa Budi Gunawan adalah aktor dibalik kriminalisasi terhadap pimpinan KPK," ujar Kabid Pengembang Sumber Daya Manusia LBH Jakarta, Alghiffari Aqsa menguatkan pendapat Haris.
Oleh karena itu, atas nama Koalisi Masyarakat Sipil, Haris meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk menolak apabila Budi Gunawan diajukan sebagai Wakapolri.
"Kalau Jokowi sampai meloloskan, menjadi jelas bahwa ini semua merupakan permainan dua orang, yakni Jokowi dan Budi Gunawan, karena Megawati pada pertemuan di Solo sudah jelas menolak Budi Gunawan sebagai Kapolri," ujar Haris. (pit)