Badrodin menjelaskan, Budi sejatinya direncanakan untuk dilantik pada Kamis (23/4). Pasalnya proses administratif baru selesai tadi pagi. Namun dia mengaku agenda Kamis esok sangat padat sehingga tidak memungkinkan untuk melantik Budi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ditanya hal apa dan siapa yang mendesaknya untuk melantik Budi hari ini sehingga terkesan tergesa-gesa, Badrodin justru mengulang jawaban awalnya. "Ya mendesak itu karena memang saya harus ke Bandung," ujar dia.
Badrodin mengungkapkan, surat berisi nama calon Wakapolri yang diajukan Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah dia tandatangani dan serahkan ke Kementerian Sekretariat Negara.
Dia menyebutkan, terdapat empat nama yang diajukan kepada Jokowi ketika keduanya bertemu dan berkonsultasi. Mereka adalah Irwasum Komisaris Jenderal Dwi Priyatno, Kabaharkam Komisaris Jenderal Putut Eko Bayuseno, Kabareskrim Komisaris Jenderal Budi Waseso, dan Budi Gunawan.
Dari keempat nama itu, Badrodin dan Wanjakti sepakat untuk memilih Budi untuk menduduki jabatan nomor dua di lembaga kepolisian.
Menurut Badrodin, Presiden akan menghargai keputusan Kapolri dan Wanjakti. "Saya sudah ada petunjuk dari waktu yang lalu. Presiden tidak arahkan nama, tapi serahkan sepenuhnya pada keputusan Wanjakti," ujar dia. (rdk)