Marak Prostitusi, Ahok akan Hapus Rusunami di Jakarta

Lalu Rahadian, CNN Indonesia | Senin, 27/04/2015 09:36 WIB
Marak Prostitusi, Ahok akan Hapus Rusunami di Jakarta Salah satu rusunami yang dibangun pemerintah di Jakarta. (CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menghapus keberadaan rumah susun sederhana milik di ibu kota akibat maraknya kasus prostitusi yang terjadi di tempat itu.

Menurut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, pengawasan untuk mencegah timbulnya praktik prostitusi di rusunami memang sulit dilakukan. Oleh karena itu keberadaan rusunami di Jakarta rencananya akan diganti dengan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) agar pengawasan dapat berjalan lebih efektif.

"Sebagai antisipasi, ke depannya Pemprov tidak mau lagi ada rusunami. Semua rusunawa. Kalau rusunami itu susah mengontrolnya," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (27/4).


Kepolisian Daerah Metro Jaya sebelumnya telah berhasil membongkar maraknya praktik prostitusi online yang memanfaatkan beberapa ruangan di rusunawa Kalibata, Jakarta Selatan.

Jumat pekan lalu (24/4), Kepolisian menangkap satu orang tersangka dan enam gadis muda korban prostitusi online di Tower J lantai 5 dan Tower H lantai 8 Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Beberapa orang penghuni Tower H mengakui adanya praktik tersebut di lokasi tempat tinggal mereka.

Atas kejadian tersebut, selain berencana menghapus keberadaan rusunami, Ahok juga mengatakan akan segera memanggil pihak pengelola rusunami Kalibata City dan pengurus RT serta RW di kawasan tersebut.

"Kami harap RT, RW (akan lebih ketat mengawasi penghuni rusun). Harusnya pengelola bisa membatasi orang seperti apa (yang menempati rusun di kawasan miliknya)," kata Ahok.

"Kami juga tidak bisa melarang orang untuk tidak boleh nyewain (rusunami miliknya). Harusnya kan semua penghuni terdaftar siapa mereka. Kalo rusunawa, kami sudah bisa sekarang (melakukan pendataan)," ujar Ahok. (agk/agk)