Menurut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, pengawasan untuk mencegah timbulnya praktik prostitusi di rusunami memang sulit dilakukan. Oleh karena itu keberadaan rusunami di Jakarta rencananya akan diganti dengan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) agar pengawasan dapat berjalan lebih efektif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumat pekan lalu (24/4), Kepolisian menangkap satu orang tersangka dan enam gadis muda korban prostitusi online di Tower J lantai 5 dan Tower H lantai 8 Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Beberapa orang penghuni Tower H mengakui adanya praktik tersebut di lokasi tempat tinggal mereka.
"Kami harap RT, RW (akan lebih ketat mengawasi penghuni rusun). Harusnya pengelola bisa membatasi orang seperti apa (yang menempati rusun di kawasan miliknya)," kata Ahok.
"Kami juga tidak bisa melarang orang untuk tidak boleh nyewain (rusunami miliknya). Harusnya kan semua penghuni terdaftar siapa mereka. Kalo rusunawa, kami sudah bisa sekarang (melakukan pendataan)," ujar Ahok. (agk)