Selain mereka, adik Myuran Sukumaran, Brinka, lebih dulu tiba di Dermaga Wijayapura dengan histeris. Berbalut jaket hitam, Brinka tak berhenti menangis hingga memasuki ruang tunggu. Teriakan dan tangis histerisnya tak berhenti untuk waktu yang cukup lama. (Baca juga: Pesan Kakak Andrew Chan untuk Jokowi: Jangan Bunuh Orang)
Michael Chan, kakak Andrew, dan kerabat lainnya terlihat mencoba tegar. Hari ini adalah hari terakhir mereka bisa bertemu para terpidana mati. Kuasa hukum Myuran dan Andrew, Leonard Artan Aritonang, masih menyimpan harapan kliennya dapat hidup lebih lama tanpa eksekusi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Michael berharap kemurahan hati diberikan oleh Indonesia melalui Presiden Jokowi. Menurutnya, manusia tak bisa semena-mena memutuskan apapun atas nyawa manusia lainnya.
Ia berharap ada perubahan terkait eksekusi mati kepada manusia. Michael mempertanyakan mengapa tidak memilih hukuman lain untuk memberikan dampak jera, termasuk usaha negara melindungi generasi muda lewat pendidikan. (Baca juga: Permintaan Andrew Chan untuk Menikah Sudah Dipenuhi)
Hingga kini secara bertahap keluarga calon tereksekusi mati mendatangi Nusakambangan. Jika eksekusi mati jadi dilakukan malam ini, dipastikan para terpidana mati mulai diisolasi sore nanti dan hanya didampingi rohaniawan. Jika merujuk pada eksekusi mati jilid pertama, para terpidana mati akan dihadapkan pada regu tembak di Lapangan Tembak Lapas Limus Buntu, Nusakambangan. (pit)