Ade Yuliawa, kuasa hukum Zainal, ikut serta dalam salat berjamaah di masjid Lembaga Pemasyarakatan Besi, Nusakambangan, Cilacap itu. Mereka diimami rohaniawan Hasan Makarim yang akan mendampingi Zainal hingga dihadapkan pada moncong senapan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selepas salat, Hasan memimpin doa untuk para terpidana. Suasana haru menyelimuti masjid. Selepas Zuhur adalah kali terakhir keluarga dan pengacara dapat bertemu Zainal. Setelah 14.00 WIB, tak bisa lagi kerabat, pengacara, atau keluarga bertatap muka hingga malam nanti saat maut menjemput para terpidana.
"Pak Zainal paling sehat dan mungkin agak ngantuk karena begadang semalam untuk berzikir," kata Ade, pengacaranya.
Hasan Makarim mengaku telah meminta santrinya banyak melafazkan nama Allah. Dia juga membekali Zainal dengan Alquran dan beberapa buah kurma.
Jika rencana Kejaksaan Agung selaku eksekutor lancar, maka eksekusi Zainal bakal berlangsung beberapa jam ke depan.
Cerita Zainal adalah satu di antara sembilan terpidana yang akan berhadapan dengan 12 moncong senapan dari regu tembak Brimob nanti malam. Delapan terpidana mati lainnya juga bakal dieksekusi di Lapangan Tembak Limus Buntu, Pulau Nusakambangan. Kini mereka semu diisolasi di sel di LP Besi, Nusakambangan, dan menyisakan ceritanya masing-masing sebagai manusia. (pit)