Ingin Hidup Baru di Brasil, Gularte Tolak Jasadnya Dikremasi
Lalu Rahadian | CNN Indonesia
Rabu, 29 Apr 2015 15:27 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Jenazah terpidana mati kasus narkoba asal Brasil, Rodrigo Gularte, akan diterbangkan ke tanah kelahirannya, Kamis esok (30/4), sesuai dengan permintaan terakhir dia. (Baca: Jelang Eksekusi, Gularte Yakin Dapat Bantuan Malaikat)
Sebelum ajal menjemput, Gularte meminta jasadnya diterbangkan kembali ke Brasil. Ia juga berpesan agar jasadnya tak dikremasi oleh keluarga setibanya di Brasil.
"Dia ingin kembali ke rumah (Brazil) karena ingin memulai 'hidup baru' di sana. Dia tidak ingin tubuhnya dibakar (dikremasi)," ujar sepupu Gularte, Angelita Muxfeldt, di Rumah Sakit St Carolus, Jakarta Pusat, Rabu (29/4), tempat disemayamkannya jenazah Gularte usai dieksekusi dini hari tadi.
Muxfeldt saat ini tengah menunggu kesiapan dokumen-dokumen yang diperlukan untuk membawa jenazah sepupunya itu kembali ke Brasil. "Tidak ada masalah lagi, tinggal menunggu dokumen saja," ujarnya.
Gularte adalah satu dari delapan terpidana yang dieksekusi dini hari tadi di Pulau Nusakambangan, selatan Cilacap, Jawa Tengah. (Baca: Delapan Terpidana Mati Dieksekusi Regu Tembak Pukul 00.35 WIB)
Gularte ditangkap petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Juli 2004. Ia menyelundupkan 6 kilogram heroin dalam delapan papan selancar yang dibawanya. Gularte lalu divonis mati Pengadilan Negeri Tangerang pada Februari 2005.
Grasi dan Peninjauan Kembali yang ia ajukan ditolak. Meski disebut dokter menderita depresi dan gangguan kejiwaan bipolar, namun Gularte tetap dieksekusi. (Baca: Gularte Kerap Bicara dengan Tembok Jelang Eksekusi) (agk)
Sebelum ajal menjemput, Gularte meminta jasadnya diterbangkan kembali ke Brasil. Ia juga berpesan agar jasadnya tak dikremasi oleh keluarga setibanya di Brasil.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gularte adalah satu dari delapan terpidana yang dieksekusi dini hari tadi di Pulau Nusakambangan, selatan Cilacap, Jawa Tengah. (Baca: Delapan Terpidana Mati Dieksekusi Regu Tembak Pukul 00.35 WIB)
Grasi dan Peninjauan Kembali yang ia ajukan ditolak. Meski disebut dokter menderita depresi dan gangguan kejiwaan bipolar, namun Gularte tetap dieksekusi. (Baca: Gularte Kerap Bicara dengan Tembok Jelang Eksekusi) (agk)