Berdasarkan pantauan CNN Indonesia, mobil jenazah yang membawa sang terpidana mati tiba dengan dikawal sebuah mobil polisi dan beberapa mobil keluarga yang mendampingi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"He was so kind and this is unbelievable to look only his body this day," kata Angelita.
Jenazah Gularte rencananya akan langsung diterbangkan menuju Brazil pada Kamis (30/4) esok. Namun, belum ada pemberitahuan lebih lanjut mengenai waktu keberangkatan jenazah dari Indonesia besok. (Lihat fokus: Setelah Bedil Menyalak)
Gularte adalah satu dari delapan terpidana yang dieksekusi tadi malam di Pulau Nusakambangan, Cilacap. Ia ditangkap petugas Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta Juli 2004 silam.
Ia menyelundupkan 6 kilogram heroin dalam papan selancar yang dibawanya. Ia divonis mati Pengadilan Negeri Tangerang pada Februari 2005. Grasi dan Peninjauan Kembali-nya ditolak. Meski disebut dokter menderita depresi dan gangguan kejiwaan biopolar, namun dirinya tetap dieksekusi kejaksaan pukul 00.35 dini hari tadi. (Baca juga: Rodrigo Gularte: Peselancar Pesakitan yang Menanti Mati) (sur)