May Day, Buruh Indonesia Terpecah soal Pembentukan Partai

Abraham Utama, CNN Indonesia | Kamis, 30/04/2015 08:55 WIB
May Day, Buruh Indonesia Terpecah soal Pembentukan Partai Ratusan buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) saat menggelar aksi di depan Istana Merdeka, Jakarta. (Antara/ahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hari Buruh Internasional atau May Day diperingati esok Jumat (1/5) di berbagai negara. Namun satu hari menjelang May Day, Kamis (30/4), kelompok-kelompok pekerja di Indonesia terpecah soal wacana pembentukan partai buruh.

Para pekerja yang tergabung dalam Pusat Perlawanan Rakyat Indonesia (PPRI) misalnya menentang tegas rencana Gerakan Buruh Indonesia mendirikan partai politik yang mengatasnamakan gerakan buruh.

"Kami (buruh) harus bangun partai, tapi bukan hanya untuk buruh, melainkan rakyat. Bukan partai baru, tapi partai alternatif," ujar Paulus Suryanta Ginting kepada CNN Indonesia. Paulus merupakan salah satu buruh yang mengafiliasikan diri ke PPRI.


Paulus menyangsikan wacana GBI mendeklarasikan Partai Buruh esok terealisasi. Ia ragu serikat-serikat buruh yang telah terang-terangan melekatkan diri pada kekuatan politik tertentu dapat melebur dan memperjuangkan satu tujuan yang sama.

Kamis (23/4), GBI mengumumkan tekad mereka mendirikan partai buruh pada peringatan May Day. Andi Gani, pimpinan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia mengklaim niat pembentukan partai telah didukung beberapa serikat buruh berbasis massa besar seperti Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang diketuai Said Iqbal.

Pada pemilihan presiden tahun lalu, dua kelompok tersebut memang berada dalam posisi vis-à-vis. Andi bersama kelompoknya memberikan dukungan kepada pasangan Jokowi-Jusuf Kalla, sedangkan Said dan KSPI-nya menggalang suara untuk Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

"Bagaimana mungkin ada partai alternatif kalau masih di bawah ketiak elite tertentu," ucap Paulus. Ia menduga petinggi-petinggi kelompok buruh akan menyalahgunakan suara pekerja untuk meningkatkan daya tawar politik mereka.

Secara terpisah, Said mengatakan kelompoknya belum benar-benar sependapat dengan Andi. Menurut dia, membentuk partai buruh tidak semudah membalik telapak tangan.

"Tidak bisa tiba-tiba deklarasi. Harus ada prosesnya," ucap Said.

Menurut Said, setidaknya ada 3 tahapan yang perlu dilalui buruh untuk mewujudkan partai atas nama mereka sendiri, yakni adanya pendidikan politik di kalangan buruh, pendirian organisasi massa sebagai embrio partai politik, dan jajak pendapat di internal buruh soal perlu tidaknya partai buruh.

"Jangan hanya melibatkan sekolompok kecil buruh. Mayoritas serikat harus ikut. Serikat di luar buruh juga harus diajak, misalnya petani dan nelayan," kata Said.

Soal hal terakhir ini, Paulus satu suara dengan Said. Ia berkata partai buruh yang ideal tidak boleh ekslusif bagi para buruh, tapi juga menjamah kelompok masyarakat lain yang senasib dan seperjuangan dengan buruh.

Menurut Paulus, jika pembentukan partai buruh dipaksakan, usia partai tersebut tak akan seumur jagung. Nasibnya bakal serupa dengan sejarah pergerakan buruh yang sudah-sudah: timbul dan tenggelam.

Baca juga:

Pemimpin Serikat Buruh Dunia Hadiri May Day di Jakarta

May Day, 150 Ribu Buruh akan Bergerak ke Istana Negara

Ahok akan Gugat Buruh yang Rusak Fasilitas Umum Saat May Day