UN SMP Hari Pertama Berjalan Lancar

Helmi Firdaus, CNN Indonesia | Senin, 04/05/2015 20:58 WIB
UN SMP Hari Pertama Berjalan Lancar Peserta mengisi lembar ujian nasional kesetaraan Paket B di SMA Negeri 80, Jakarta Utara, Senin, 4 Mei 2015. Ujian Nasional Paket B diiikuti oleh 387 peserta dari 16 pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) dari 3 Kecamatan Penjaringan, Pademangan dan Tanjung Priok.(CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelaksanaan ujian nasional (UN) SMP hari pertama berjalan lancar. Tidak ada laporan kebocoran soal atau pun gangguan terkait ujian yang dilakukan secara CBT (computer based test). Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nizam menyatakan, dia belum menerima laporan signifikan tentang gangguan pelaksanaan UN SMP di hari pertama.

“Hari pertama berjalan lancar. Ya kami menerima laporan kecil-kecil, tapi bisa segera diatasi oleh panitia setempat,” ujarnya saat dihubungi CNN Indonesia, Senin (4/5) malam. Laporan kecil-kecil itu, dicontohkan Nizam seperti kekurangan soal ujian di sebuah kelas, namun bisa segera diatasi dengan mengambil naskah dari soal kelas sebelahnya.

Nizam juga menyebutkan, sempat ada dugaan kebocoran soal di internet melalui laman blogspot dengan nama akun Pak Nana. Namun ketika diperiksa, soal yang diunggah ke laman tersebut, bukanlah soal yang sebenarnya dipakai di UN SMP.


Nizam menjelaskan, UN SMP ini dilaksanakan dalam dua bentuk. Pertama adalah konvensional, dengan mengisi jawaban di lembar soal. Kedua adalah dalam bentuk CBT sebagaimana dilakukan oleh UN SMA sebelumnya.

Pada UN CBT SMP ini, dilakukan oleh 42 SMP seluruh Indonesia. Jakarta hanya untuk satu SMP, sementara Provinsi Jawa Timur untuk 11 SMP. Pelaksanaan UN CBT SMP juga dilakukan di Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur dan Singapura.

Untuk pelaksanaan UN CBT di sekolah luar Indonesia yang dikelola KBRI itu, Nizam menyebut juga berjalan lancar. “Dari dua sekolah di luar negeri itu juga belum ada laporan gangguan,” tukasnya.

Nizam menyampaikan, jika menemukan kecurangan dalam pelaksaan UN SMP, atau kebocoran soal, masyarakat dapat melapor dengan mengirim pesan singkat ke 1771 atau telepon ke 177.

Berbeda dengan UN SMA, dalam pelaksanaan UN SMP Presiden Joko Widodo tidak melakukan kunjungan atau sidak ke SMA. Saat UN SMA, Jokowi sidak bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Anies Baswedan dan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, alias Ahok.

Ahok mengungjungi SMPN 65 yang telah menunggu di SMAN 80 Sunter, Jakarta Utara. SMPN 65 dipindah sementara karena kebakaran. Menyambangi ratusan murid tersebut, Ahok tak hanya memantau kesiapan proses ujian nasional. Akan tetapi, dalam kesempatan ini Ahok juga ingin melihat kesiapan mental para murid.

Di hadapan murid-murid SMPN 65 Ahok pun sempat menyisipkan permintaannya. "Saya harapkan anak-anak betul-betul mengutamakan kejujuran. Karena yang terpenting bagi manusia adalah kejujuran. Saya bisa menjadi seperti hari ini karena dipercaya orang," ujar Ahok.

"Kalau soal pintar, itu relatif. Pasti semua manusia pintar, tinggal kita mau tekun belajar atau tidak," katanya.

Setelah memberikan pesan-pesannya, pihak sekolah pun memberikan kesempatan kepada murid kelas 9 SMPN 65 Jakarta Utara untuk berfoto bersama dengan sang Gubernur. Tak hanya bersama dengan para murid, para pengajar di SMP 65 juga terlihat menyempatkan diri berfoto bersama dengan Ahok. (hel)