"Kinerja selama enam bulan belakangan ini sudah ada dan bisa dinilai maksimal atau tidak," kata Sutiyoso kepada CNN Indonesia, Senin malam (4/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tak bisa menyebutkan siapa dan berapa. Yang jelas kami melakukan monitor kinerja kementerian, termasuk kombinasi dengan penilaian masyarakat yang kami terima selama ini," tuturnya.
Pernyataan Bang Yos diamini Ketua DPP NasDem Taufik Basari. Kepada CNN Indonesia, Taufik mengatakan kinerja memang merupakan tolak ukur sebelum memutuskan melanjutkan atau mengganti posisi menteri. "Apakah perlu reshuffle atau tidak memang sangat bergantung pada hasil evaluasi berkala yang dilakukan pemerintah," kata Taufik.
Diberitakan sebelumnya, rencana untuk me-reshuffle menteri Kabinet Kerja makin mengemuka setelah Wakil Presiden Jusuf Kalla mengisyaratkan bahwa akan ada pergantian posisi menteri. Namun JK menolak menjelaskan lebih lanjut mengenai waktu dan realisasi reshuffle tersebut.
Dewan Pimpinan Pusat Projo bahkan sebelumnya telah melansir 14 nama menteri yang dinilai harus diganti lantaran memiliki kinerja di bawah standar dan tak sesuai Nawa Cita pemerintah. Ketua DPP Projo, Sunggul Hamonangan Sirait, mengatakan bahwa 14 nama itu akan diusulkan kepada Jokowi untuk diganti. (rdk)