"Tidak ada komunikasi, kami menteri kan hanya pembantu, urusan ini (reshuffle) urusan Presiden," kata Ferry saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, (5/5).
Kendati demikian, Ferry tak mau ambil pusing dengan perombakan kabinet, dirinya merasa evaluasi kinerja hal yang biasa dalam sebuah struktur organisasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengisyaratkan akan ada reshuffle atau perombakan kabinet dalam waktu dekat. "Ya, tentu dalam waktu kedepan ini lah," kata JK di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (4/5).
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh CNN Indonesia, perombakan kabinet direncanakan akan dilakukan dalam dua hingga tiga bulan kedepan. (Baca juga: Sutiyoso: Pertemuan di Rumah Saya Bahas Usul Reshuffle)
Wacana perombakan kabinet mencuat setelah beberapa target tak tercapai oleh pemerintah, seperti target pertumbuhan yang stagnan dikisaran 4 hingga 5 persen. Tak hanya itu, kesalahpahaman sistem komunikasi sering kali terjadi salah satunya soal Peraturan Presiden soal penambahan uang muka atau down payment mobil pejabat. (Baca juga: Soal Reshuffle, Jokowi Disebut Sudah Punya Target Sendiri) (pit)