Diberikannya waktu jeda untuk salat, kata pengacaranya M Ramdan, memberikan kesempatan kepada Lulung untuk beristirahat. “Meski santai, namanya pemeriksaan panjang ya pasti capek. Bagus lah bisa istirahat sebentar,” ujarnya.
Selain diberikannya kesempatan salat bagi Lulung, Ramdan mengungkapkan hal lain yang menarik. Dalam pemeriksaan itu, Lulung mendapatkan makan dua kali dari penyidik Bareskrim, makan siang dan makan malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya, apa masukan atau saran buat penyidik agar bisa segera mengungkap kasus ini, Ramdan enggan berkomentar. Menurut dia, penyidik pasti sudah paham apa yang mesti dilakukan, siapa yang akan ditanyai lagi terkait kasus ini. ‘Penyidik pasti tahu lah. Lagi pula itu kan kewenangan mereka,” tuturnya. (Baca juga: Curhat Soal Perkara UPS, Taufik: Lulung Bilang Aman)
Ramdan mengungkapkan, setelah dua kali menjalani pemeriksaan yang panjang - pada pemeriksaan pertama, Lulung diperiksa 9 jam - polisi masih belum memberikan jadwal kapan pemeriksaan terhadap Lulung akan dilakukan kembali. “Masih belum ada,” ujar Ramdan.
Ramdan menegaskan, Lulung sudah berulang kali menegaskan kepadanya bahwa akan menghormati dan mengikuti segala proses hukum terkait dengan kasus UPS ini.
“Memang sudah jadi komitmen Bang Haji kooperatif agar kasus ini cepat selesai dan jelas siapa yang salah,” tutur Ramdan. (Baca juga: Lulung Siap Ditahan Bareskrim Jika Terbukti Bersalah).
Baca FOKUS: Ini Soal Lulung dan Perkara UPS.
“Memang sudah jadi komitmen Bang Haji kooperatif agar kasus ini cepat selesai dan jelas siapa yang salah,” tutur Ramdan. (Baca juga: Lulung Siap Ditahan Bareskrim Jika Terbukti Bersalah).
Baca FOKUS: Ini Soal Lulung dan Perkara UPS.
(hel)