Jokowi Izinkan Jurnalis Asing Meliput ke Papua

Resty Armenia, CNN Indonesia | Minggu, 10/05/2015 14:11 WIB
Jokowi Izinkan Jurnalis Asing Meliput ke Papua Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan Pasar dan Terminal Pharaa, Sentani, Jayapura, Papua, Sabtu (9/5). (ANTARA/Hafidz Mubarak)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan kebebasan kepada para pewarta asing untuk melakukan peliputan ke Papua. Penyataan itu disampaikan Jokowi di lokasi Panen Raya Kampung Wapeko Kecamatan Hurik, Kabupaten Merauke, Minggu (10/5). "Mulai hari ini wartawan asing diperbolehkan dan bebas datang ke Papua sama seperti di wilayah lainnya di Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, seorang koresponden Aljazeera, Step Vaessen, melalui akun Twitter miliknya, @stepvaessen, berkicau soal ini.

"BREAKING NEWS: Mulai besok semua wartawan asing akan bebas pergi ke Papua, Presiden Jokowi baru saja memberitahuku dalam wawancara eksklusif," tulis Step, Sabtu (9/5).




Emilda, pemilik akun Twitter @msero, merespons cuitan Step itu dengan pertanyaan, "kabar bagus sekali! Bagaimana soal kekerasan hak asasi manusia dan kebijakan keamanan?"

Step pun menjawab, "dia (Presiden Jokowi) mengatakan dalam wawancara bahwa dia ingin fokus ke masa depan, bukan masa lalu...sementara para pemimpin Papua mengarah pada dialog tentang masa lalu juga."

Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto mengkonfirmasi kebenaran hal itu. "Ya (itu benar)," ujar dia kepada CNN Indonesia melalui pesan singkat.

Namun, Andi enggan memberikan keterangan lebih lanjut. Alih-alih, ia meminta untuk menunggu pernyataan resmi dari Presiden. "Harap ditunggu pernyataan Presiden tentang itu di Papua," kata dia.

Sekretaris Jenderal Aliansi Jurnalis Independen Indonesia Suwardjono berpendapat bahwa pengurusan izin meliput ke Papua bagi wartawan asing memang lebih rumit dibanding ke daerah lain di Indonesia.

"Entah karena ada kekhawatiran atau apa. Tapi memang ada informasi yang harus diisi lebih banyak ketika datang ke Papua dibanding provinsi lain," ujar Suwardjono kepada CNN Indonesia.

AJI Indonesia sebagai organisasi profesi jurnalis yang peduli terhadap kebebasan pers menyayangkan kondisi Papua yang lebih tertutup bagi peliputan oleh media asing.

Ketua Advokasi AJI Indonesia Iman D Nugroho mengatakan, AJI Indonesia tidak menyoalkan adanya perizinan yang harus dimiliki oleh wartawan asing yang meliput di Indonesia. "Tetapi jangan sampai Papua menjadi daerah yang tertutup," kata Iman. (hel)