Romo Magnis: Pemerintahan Jokowi Tidak Kompeten

Yohannie Linggasari, CNN Indonesia | Rabu, 13/05/2015 15:36 WIB
Romo Magnis: Pemerintahan Jokowi Tidak Kompeten Presiden Joko Widodo (kanan) menyalami Wapres Jusuf Kalla (tengah) seusai meresmikan pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2015 di Jakarta, Rabu (29/4). ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf
Jakarta, CNN Indonesia -- Budayawan sekaligus rohaniwan Franz Magnis-Suseno mengatakan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla tidak kompeten dalam menghadapi permasalahan bangsa.

Menurut tokoh yang kerap disapa Romo Magnis itu, ancaman terbesar di Indonesia adalah korupsi yang semakin merajalela. Sayangnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seolah-olah sengaja diperlemah.

"Saya merasa sangat terpukul. KPK yang selama 12 tahun ini terus dibangun, ditarik giginya yang paling tajam," kata Magnis saat konferensi pers di Gedung Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (13/5).


Magnis mengatakan masalah di Indonesia terlampau banyak dan hanya bisa diselesaikan oleh pemerintah yang kompeten dengan kepemimpinan yang mumpuni. "Kalau sudah begini, masyarakat harus terus berjuang untuk mendesak negara jangan diam hadapi korupsi," kata Magnis.

Senada dengan Magnis, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Salahuddin Wahid berpendapat korupsi makin marak terjadi, yang bahkan dirasakan pula oleh masyarakat di kota-kota kecil.

"KPK juga tidak bekerja sesuai harapan. Begitu juga dengan polisi. Padahal saya yakin banyak polisi-polisi yang baik," kata Salahuddin yang kerap disapa Gus Sholah ini.

Sebelumnya, Ketua Tim Konsultatif Independen atau Tim 9 untuk penyelesaian konflik Polri-KPK, Ahmad Syafii Maarif menyatakan sangat prihatin dengan kondisi KPK setelah kisruh dengan Polri. Menurut mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini, kondisi KPK menjadi lemah sejak ada pimpinannya yang dijadikan tersangka oleh kepolisian. Kondisi KPK makin tak karuan dengan kasus penangkapan penyidik senior KPK Novel Baswedan oleh Polri. (obs/obs)