SBY Minta Jokowi Komunikasikan Kebijakan dengan Baik

obs & Rinaldy Sofwan, CNN Indonesia | Kamis, 14/05/2015 04:55 WIB
SBY Minta Jokowi Komunikasikan Kebijakan dengan Baik Presiden Joko Widodo (kedua kiri) berbincang dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (ketiga kanan) disaksikan oleh Ibu Ani Yudhoyono (kanan) dan mantan Wapres Boediono (kiri) saat pembukaan kongres Partai Demokrat ke-IV di Hotel Shangrila, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (12/5). ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Surabaya, CNN Indonesia -- Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meminta Presiden Joko Widodo untuk mengkomunikasikan kebijakan-kebijakannya dengan baik kepada masyarakat luas.

"Ini penting agar rakyat mengerti dan tidak salah persepsi," kata SBY dalam pidato penutupannya di Kongres IV Demokrat, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/4) malam.

Dengan demikian, lanjut SBY, masyarakat bisa ikut mengontrol apakah kebijakan yang diambil pemerintah sudah sesuai dengan konstitusi dan perundangan.


Selain itu, dia mengatakan, setiap kebijakan yang diambil pemerintah juga mesti didasarkan pada akal sehat dan aspirasi rakyat.

Jokowi sendiri telah mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) tentang pembentukan Tim Komunikasi Presiden yang terdiri dari dua Staf Khusus Presiden, Teten Masduki dan Sukardi Rinakit. Ia mengaku ingin memaparkan konteks secara jelas dan gamblang.

Presiden menjelaskan, selama ini di setiap wawancara langsung yang waktunya cenderung terbatas, jawaban yang ia berikan tidak bisa secara rinci.

"Saya biasanya jelaskan kan konteks. Tidak mungkin dijelaskan secara rinci. Oleh sebab itu, setelah saya jelaskan, harus ada yang jelaskan secara rinci. Biar dikau-dikau (wartawan) menjadi gamblang," ujar Jokowi.

"Jadi background (latar belakang) seperti apa pasti diberikan. Konteksnya menjadi jelas dan gamblang," kata dia menegaskan.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto menilai latar belakang pembentukan tim ini adalah Presiden ingin adanya komunikasi yang lebih efektif.

"Supaya komunikasinya lebih efektif saja. Jadi, Presiden, terutama paham dengan apa yang menjadi perhatian publik yang akan menjadi fokus," ujar Andi. (pit)