Ruhut: Sekjen Demokrat Harus Militan, Mau Turun ke Daerah

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Jumat, 15/05/2015 07:22 WIB
Ruhut: Sekjen Demokrat Harus Militan, Mau Turun ke Daerah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menerima panji Partai dari Ketua Sidang Paripurna Kongres EE Mangindaan pada penutupan kongres IV Partai Demokrat di Hotel Shangrila, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/5). SBY terpilih secara aklamasi menjadi Ketum Partai Demokrat periode 2015-2020 dan dalam pidatonya membacakan 10 rekomendasi hasil kongres untuk landasan program kerja selama lima tahun kedepan. (Antara Foto/Zabur Karuru)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kader Partai Demokrat Ruhut Sitompul menyatakan hingga saat ini belum ada tawaran dari Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terhadap dirinya untuk ambil bagian sebagai salah satu pengurus inti partai.

Namun, secara tersirat dari ucapannya, Ruhut merasa siap jika nanti dirinya dipilih oleh SBY menjadi salah satu pengurus partai berlambang mercy tersebut.

"Biar mengalir saja, aku yakin Pak SBY tahu siapa yang pantas." ujar Ruhut saat dihubungi oleh CNN Indonesia, Kamis (14/5).


Lebih lanjut, Ruhut menanggapi isu yang beredar terkait kemungkinan dua calon yang akan mengisi posisi sebagai Sekretaris Jenderal. Dua nama tersebut yakni Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) dan Yusuf Macan Effendi (Dede Yusuf). Ibas merupakan putra SBY yang sejak 2010 lalu menduduki kursi Sekjen. Sementara Dede Yusuf adalah Ketua Komisi IX DPR RI aktif saat ini.
Siapapun yang jadi Sekjen Demokrat nantinya, Ruhut berharapa adalah sosok militan. "Yang penting mereka harus militan, mau turun ke daerah-daerah menyukseskan program partai," ujarnya.

Ruhut juga berharap seluruh kader partai demokrat berani terjun kelapangan bertemu dengan konstituen di daerah agar partai Demokrat kembali berjaya. Partai Demokrat adalah partai berkuasa selama 10 tahun sejak 2004 hingga 2009 saat SBY menjadi Presiden RI ke-6. Namun perolehan suara partai ini anjlok pada Pemilu 2014 lalu. 

Seperti diberitakan sebelumnya, SBY telah diprediksi kembali memimpin Partai Demokrat, setelah tidak adanya sosok yang kemungkinan mampu mengalahkan SBY. Gede Pasek Suardika yang menyatakan tetap maju dalam pemilihan ketum, tidak menunjukan batang hidungnya hingga batas pendaftaran untuk berkontestasi. (Baca juga: Di Balik Langkah Mendekat SBY ke Megawati dan Jokowi)
(pit/pit)