Salah satu nama yang dikabarkan masuk ke deretan panitia seleksi yakni Margarito Kami. Nama ahli hukum tata negara itu pun mengundang sorotan publik. (Baca: Pemerintah Hati-Hati Siapkan Tim Pansel KPK)
Alasannya, Margarito sempat menjadi saksi ahli dalam sidang praperadilan yang diajukan Komisaris Jenderal Budi Gunawan, beberapa bulan lalu. Kala itu, Margarito pun sempat menyatakan penilaiannya bahwa Budi Gunawan harus dilantik sebagai Kapolri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Pratikno tak membenarkan maupun membantah soal kabar terpilihnya Margarito sebagai anggota tim pansel. (Baca: Nama Calon Penyeleksi Pimpinan KPK Diserahkan ke Jokowi)
Untuk saat ini, kata Pratikno, nama-nama tersebut masih dalam tahap penggodokan. Presiden kelak yang memutuskan siapa saja yang pantas menjadi anggota tim tersebut.
"Initinya ini adalah bagian dari komitmen Presiden untuk pemberantasan korupsi. Pencegahan korupsi melalui sinergi antarkelembagaan, baik antara KPK, kepolisian dan kejaksaan," ujarnya. (Baca: Penyeleksi Pimpinan KPK Diminta Independen)
Tak hanya Margarito, saat ini telah beredar sejumlah nama yang disebut-sebut akan masuk sebagai anggota pansel. Romli Atmasasmita, Oegroseno, Tumpak Hatorangan, Saldi Isra, Zainal Arifin Husein, Erry Riyana, Refli Harun dan Jimly Asshidiqqie menjadi sederet nama yang dikabarkan ambil bagian dalam penentuan calon pimpinan KPK selanjutnya. (meg)