Pertemuan ini digelar sebelum aksi unjuk rasa untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang kabarnya akan digelar secara besar-besaran pada 20-21 Mei 2015 nanti.
Ketua BEM Universitas Indonesia Andi Aulia Rahman menyampaikan, ia dan beberapa perwakilan mahasiswa telah berdiskusi dengan Jokowi soal berbagai permasalahan seperti pencabutan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Namun, ia mengaku tidak puas dengan paparan sang Kepala Negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, lanjut Andi, pertemuan ini juga bukan tanpa hasil. Menurutnya Jokowi dalam pertemuan tersebut berjanji akan transparan dalam alokasi pengalihan subsidi BBM.
Andi mengimbuhkan, janji terakhir yang dilontarkan Jokowi kepadanya adalah negara akan mengeluarkan kebijakan harga batas atas untuk BBM. Penerapan batas atas harga BBM ini merupakan bentuk jaminan negara pada harga BBM.
Namun meski sudah diberi tiga janji oleh Jokowi, mahasiswa mengaku belum puas. Oleh karena itu, mahasiswa menurutnya akan tetap turun ke jalan pada 21 Mei menuntut beberapa hal yang belum diselesaikan pemerintah.
"Kedatangan kami bukan untuk memaparkan masalah, namun mendengarkan respons dari pemerintah terhadap permasalahan yang terjadi. Akan tetapi respons Presiden tidak bisa kami dapatkan disebabkan mungkin waktu yang terbatas," kata Andi.
Mahasiswa Rindu Diskusi Langsung dengan Kepala Negara
Dalam kesempatan yang sama Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti Muhammad Puri Andamas mengatakan, pertemuannya dengan Jokowi merupakan momen yang istimewa. Pasalnya, sebagai mahasiswa, ia mengaku rindu berdiskusi secara langsung dengan seorang kepala negara.
Puri mengaku senang karena ada titik terang kasus hak asasi manusia. Tak hanya itu, rekomendasi yang diberikan Universitas Trisakti dan Universitas Atmajaya untuk penuntasan kasus-kasus HAM di Indonesia sudah diterima dan akan diteruskan.
Presiden BEM Keluarga Mahasiswa Universitas Gadjah Mada Satria Putra bahkan membawa surat tanda bukti serah terima dari almamaternya untuk kemudian ditandatangani oleh Presiden Jokowi langsung.
Satria menyebutkan, surat itu merupakan bentuk kepastian dari hasil pertemuannya dengan Jokowi, karena langsung dibaca, disetujui, dan ditandatangani oleh Presiden.
"Tanda tangan beliau ini kepastian untuk menindaklanjuti apa yang telah kami tuntut, sehingga dari situ tugas kami semua di sini mengawal janji-janji apa yang telah disampaikan malam ini," kata Satria. (sur)