“Saat ini ada matahari kembar di Istana,” kata Koordinator ICW Adnan Topan Husodo di Kantor Lembaga Hukum Jakarta, Selasa (19/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Di sini ada ketidaksepahaman. Terbukti ketika Jokowi tegas berulang kali meminta agar kriminalisasi dihentikan, polisi tetap memproses juga," kata Adnan.
Dalam hal ini, kata Adnan, Jokowi jelas berbeda dengan JK yang punya latar belakang elite politik, pengusaha, dan pengalaman yang mempengaruhi faktor kedekatannya dengan kepentingan lain.
"Maka wajar jika JK kemudian punya kepentingan untuk melindungi kelompok tertentu dalam penekanannya menyampaikan sesuatu," kata Adnan.
Menurut Adnan, JK saat ini bahkan hendak menempatkan diri sejajar dengan Presiden. “Padahal dalam UUD ’45 jelas disebutkan bahwa tugas Wakil Presiden tidak lebih dari sebatas pembantu Presiden saja,” ujarnya.
Sebelumnya, JK sempat menyatakan kriminalisasi bukan hanya tak boleh dilakukan terhadap KPK, tapi juga semua orang. JK pun minta KPK tidak sewenang-wenang dalam menggunakan kewenangannya yang besar dalam memberantas korupsi. (Baca: JK Sebut Pelemahan KPK Bisa dari Dalam atau Luar) (agk)