Bekas Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Sudi Silalahi mantan Sekretariat Negara, mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsudin dan bekas Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa disebut menjadi incaran SBY untuk mengisi kepengurusan partai berlambang mercy tersebut, termasuk Dino Patti Djalal. (Baca juga: SBY Susun Kepengurusan, Pohan: Tunggu Tanggal Mainnya)
"Sampai saat ini belum arahan dari pak SBY kepada para mantan menteri, termasuk saya," kata Amir kepada CNN Indonesia, Rabu (20/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amir yang di periode sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Demokrat mengungkapkan, jika partainya tengah menggagas strategi yang mengkombinasikan kader muda dan senior untuk mengatur alur kadernisasi. Meski enggan terjebak dalam dikotomi tua-muda, ia menegaskan jika SBY sangat mengerti kebutuhan partai saat ini.
"Umur PD (Partai Demokrat) belum lama tapi belum juga tua. Saya kira ini jadi bekal dalam mengatur kadernisasi. Tidak ada tua-muda, yang jelas kader muda suatu kewajiban dan yang senior menurunkan ilmunya." (Baca juga: Demokrat Buka Pintu Kepengurusan bagi Para Menteri Era SBY)
Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional Taufik Kurniawan menganggap wajar apabila Partai Demokrat 'melirik' mantan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa untuk bergabung dengan partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono.
"Pak Hatta kan tokoh partai. Jadi bukan hanya Demokrat, partai lain juga akan melirik Pak Hatta," ujar Taufik saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin (18/5) petang.
Lebih lanjut, ia meyakini bahwa akan ada hal-hal yang dipertimbangkan oleh Hatta Rajasa sebelum akhirnya menerima atau pun menolak tawaran untuk bergabung dengan besannya, SBY.
Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengatakan terbukanya pintu bagi para menteri era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk bergabung dalam kepengurusan Partai Demokrat. (Baca juga: Demokrat akan Susun Kepengurusan dalam Dua Pekan)
Diketahui, saat ini SBY bersama delapan anggota formatur lainnya tengah menyusun kepengurusan.
"Memang ada mantan menteri yang sepertinya mereka terus hadir di kongres. Kami welcome siapapun," ujar Ruhut di Gedung DPR, Jakarta, kemarin. (pit)