“Presiden Jokowi harusnya mengganti Sudirman, reshuffle, atau Sudirman harus mengundurkan diri sebagai menteri. Itu menjadi noda hitam dalam pemerintahan Pak Jokowi,” kata politikus Partai Denokrat Max Sopacua kepada CNN Indonesia, Rabu (20/5).
Pilihan Redaksi |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengkhawatirkan jika Presiden Jokowi tidak mencopot Sudirman maka bakal berdampak buruk bagi jalannya Kabinet Kerja pemerintahan yang sekarang. “Bisa merugikan Presiden juga,” kata Max.
Desakan agar Sudirman segera melakukan klarifikasi disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan. “Kami minta Sudirman untuk segera klarifikasi masalah ini,” kata Ramadhan kepada CNN Indonesia, Rabu (20/5). “Sampai sekarang ini, pagi ini, detik ini belum ada klarifikasi,” ujarnya.
Partai Demokrat sangat tidak terima ketua umum partainya, Susilo Bambang Yudhoyono dituding oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said sebagai penyebab mandeknya proses pembubaran Pertamina Energy Trading Limited (Petral) di masa kepemimpinan SBY sebagai Presiden RI.
SBY pribadi melalui akun twitter resminya, Senin (18/5), menyatakan, ”Saya amat terkejut dengan pernyataan Menteri ESDM Sudirman Said yang menyerang dan mendiskreditkan saya, ketika menjadi Presiden dulu. Sudirman Said, melalui pemberitaan, mengatakan bahwa pemberantasan Mafia Migas selalu berhenti di meja SBY.” (obs)