Melalui pengeras suara yang diderek menggunakan truk reyot berwarna putih, seorang orator di balik mikrofon berusaha membuka ruang dari kerumunan massa yang telah lebih dulu ada di depan Istana.
"Buka jalan, buka jalan. Beri kami ruang," ujar peserta aksi di balik mikrofon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inilah kawanku, inilah kawanku. Datang kemari untuk perubahan..." demikian penggalan nyanyian yang mereka teriakkan sebelum merapatkan barisan.
"Independensi!" teriak massa HMI. Dan unjuk rasa pun kembali berlanjut
Sebelum massa PB HMI datang, massa HMI yang lebih dulu berada di depan Istana membakar ban. Ban dibakar persis di depan kawat barikade yang menjadi batas area unjuk rasa dengan kawasan steril Istana Negara. Adanya aksi bakar ban ini membuat petugas kepolisian yang ada bersiaga.
Beberapa personel pasukan anti hura-hara bersiap dengan tameng dan penutup kepala. Dua unit meriam air dan kendaraan taktis baracuda disiagakan.
Sementara kelompok lain yang tidak setuju dengan aksi bakar ban ini melayangkan protes. "Ingat musuh kita bukan polisi tapi orang yang ingin mengacaukan unjuk rasa demokratis kita". (Baca juga: Ada Kemungkinan Jokowi Temui Demonstran 20 Mei Besok)
Sebelum aksi bakar ban ini, juga sempat terjadi perdebatan massa HMI dengan kelompok lain yang hadir di depan Istana Merdeka.
Massa dari HMI juga sempat terlibat aksi saling tarik kawat barikade dengan polisi. Meski diwarnai insiden pembakaran ban, kondisi keamanan di depan Istana Negara dilaporkan masih terkendali. Pantauan CNN Indonesia, tak ada upaya pemadaman dari petugas yang ada. Ban dibiarkan terbakar dan padam dengan sendirinya.
BACA FOKUS: Di Balik Aksi Kebangkitan Nasional (hel)