Kronologi Kematian Aktivis Jopi versi Saksi

Christie & Utami Diah Kusumawati, CNN Indonesia | Sabtu, 23/05/2015 18:21 WIB
Kronologi Kematian Aktivis Jopi versi Saksi Mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik sekaligus penggiat di Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Jopi Peranginangin tewas ditikam pelaku tak dikenal di depan sebuah kafe di Kemang Selatan, Jakarta, pada Sabtu (23/5) dini hari. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktivis penggiat lingkungan dan masyarakat adat Jopi Peranginangin tewas ditikam dari belakang oleh pelaku tak dikenal di depan sebuah kafe di Kemang Selatan, pada Sabtu (23/5) dini hari. Menurut keterangan saksi, Jopi awalnya hanya berniat menengahi cekcok yang terjadi antara saksi dengan pelaku.

"Awalannya jam 4 pagi kurang, kami mau pulang dari Kafe Venue. Tiba-tiba orang ini menepuk punggung saya dari belakang dan menyuruh kami keluar. Saya paham dia mabuk banget pengaruh alkohol tinggi. Kemudian Jopi datang dan bertanya,'ada apa ini?'," kata seorang saksi berinisial A dihubungi CNN Indonesia, Sabtu (23/5).

A menjelaskan tiba-tiba lelaki berperawakan tegap itu mengamuk dan hendak memukul korban. Saat itu, teman korban yang berjumlah lima orang berusaha menahan amukan lelaki itu. "Enggak ada penyebabnya. Dia random datang ke kami dan tiba-tiba mengamuk." (Baca Juga: Mantan Aktivis 98 Tewas Ditikam di Kemang)


Saat suasana mulai memanas, teman-teman korban berusaha menarik korban keluar dari Kafe Venue. Akhirnya korban keluar. Saksi juga berusaha meredakan suasana dengan mengatakan kepada pelaku," sudah tenang saja." (Lihat Juga: Ucapan Duka Mengalir di Akun Aktivis @Redjopi)

Namun, pelaku tampak tidak terima dan membuka tas selempang kecil berwarna krem. Ketika itu, kata saksi, ia mengeluarkan pisau sembari berteriak,' saya ini tentara'. Saksi menjelaskan tidak hanya dirinya yang mendengar pernyataan itu tetapi juga beberapa rekan korban lainnya.

Lalu, pelaku dan teman-temannya mengejar korban hingga akhirnya di depan parkiran The Habibie Center, korban tampak dipukuli pelaku. '"Saya dengar juga ucapan'salah saya apa'," kata saksi. (Lihat Juga: Jenazah Aktivis Jopi akan Dimakamkan di Sumatra)

Tak lama setelah dipukuli, korban tersungkur. Ketika teman-teman korban berupaya menangkat korban, mereka menemukan adanya darah mengalir dari balik punggung Jopi, menurut keterangan saksi.

"Kami langsung bawa ke Rumah Sakit Pertamina Pusat. Sampai sana jam 04.30 WIB. Pukul 06.00 WIB dokter bilang Jopi sudah meninggal," kata saksi.

Sementara itu, rekan-rekan aktivis Jopi menuntut pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kematian pemuda kelahiran Kisaran, Sumatra Utara tersebut. "Kami ingin polisi bekerja keras untuk usut tuntas kasus ini," kata Mina Susana Setra dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) ditemui di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Jakarta, Sabtu (23/5). "Polisi mesti temukan latar belakang dan kenapa ini sampai terjadi."

Hal senada juga disampaikan oleh Haris Azhar dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). "Kami ingin polisi usut tuntas kematian Jopi pejuang agraria," kata Haris via pesan telepon kepada CNN Indonesia.

Sebelumnya, pihak Kepolisian Resor Jakarta Selatan menyatakan telah memeriksa empat saksi terkait kematian Jopi Peranginangin. Keempat saksi tersebut adalah dua sekuriti Venue D dan IK, kemudian MS pihak swasta, dan A seorang advokat. Polisi juga telah melakukan olah TKP dan menunggu hasil visum rumah sakit.

Menurut keterangan rekan Jopi, jenazah Jopi akan dipindahkan dari Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP) menuju Rumah Sakit Polri untuk diautopsi lebih lanjut. (utd/utd)


BACA JUGA