KAI: Penyebab Kecelakaan KA Bangunkarta Masih Diselidiki

Deddy S, CNN Indonesia | Minggu, 24/05/2015 01:14 WIB
KAI: Penyebab Kecelakaan KA Bangunkarta Masih Diselidiki KA Bangunkarta (Dok. kereta-api.co.id)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tabrakan kereta api eksekutif Bangunkarta dengan kereta api barang di Stasiun Waruduwur, selepas Stasiun Cirebon, dipicu oleh anjloknya KA Bangunkarta. “Setelah anjlok, lokomotifnya memalang sehingga mengenai kereta api barang yang sedang berhenti,” kata Agus Komarudin, Kepala Humas PT KAI (Persero) kepada CNN Indonesia, Sabtu (23/5) tengah malam.

"Penyebab kecelakaan sendiri belum bisa kami sampaikan karena masih diselidiki," kata Agus. 

Akibat tabrakan itu, dua orang terluka. Mereka, kata Agus, bukanlah penumpang melainkan petugas pengawalan kereta api barang yang membawa pipa. Salah satunya mengalami luka yang serius sehingga masih dirawat di Rumah Sakit Ciremai, Cirebon. Sedangkan yang satu lagi sudah pulang. Namun Agus, yang sudah berada di Cirebon, mengatakan belum bisa memberitahu identitas keduanya.

Kejadian itu terjadi sekitar pukul 18.45 WIB. Sampai berita ini diturunkan, evakuasi kereta api Bangunkarta belum selesai. Agus mengatakan, pihaknya sedang mengupayakan evakuasi lokomotif Bangunkarta terlebih dahulu dengan alat-alat berat.


Sementara para penumpang sendiri, sekitar pukul 22.00 WIB tadi sudah selesai diberangkatkan dari Stasiun Cirebon menuju tujuan masing-masing dengan berbagai kereta api yang melintas ke timur. Sebelumnya, penumpang diangkut dari Stasiun Waruduwur dengan bus ke Stasiun Cirebon.

Penumpang yang ke arah Semarang dan sekitarnya diangkut dengan bus. Sedangkan yang menuju Surabaya dan sekitarnya, diangkut dengan kereta api yang melintas.

Akibat kecelakaan itu, terjadi pengalihan arus kereta api yang melintas baik dari arah timur maupun yang dari arah Jakarta. Kereta dari Jakarta dibelokkan dari Stasiun Prupuk ke Slawi lalu ke Tegal dan melanjutkan perjalanan ke arah timur. Sedangkan kereta api dari timur berbelok ke selatan mulai dari Tegal, lalu ke Slawi, dan menuju Prupuk.

Agus sendiri sempat mengatakan ada sekitar 10 kereta api dari barat yang harus memutar akibat peristiwa itu. Sedangkan dari timur ada tujuh rangkaian kereta api.

Seperti dilansir di akun Twitter resmi PT KAI, @KAI121, kereta yang memutar antara lain KA Matarmaja, Brantas, Gumarang, dan Argo Sindoro. Kereta Argo Sindoro sendiri, berdasarkan penuturan penumpang yang juga pengguna Twitter dengan akun @fkarim1 yang me-mention @KAI121 dalam twit-nya, sempat tertahan selama dua setengah jam di Stasiun Cirebon.