Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Khrisna Murti mengatakan bahwa modal yang digunakan oleh sindikat cyber crime lintas negara tersebut mencapai ratusan juta rupiah.
"Operasional saja sudah Rp 400 juta, itu untuk keperluan keseharian saja. Jadi keuntungannya bisa miliaran," ujar Khrisna di rumah kontrakan komplotan ini, Jalan Kemang Selatan Blok 1D No. 15A, Kelurahan Bangka, Jakarta Selatan, Senin (25/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan oleh Polda Metro Jaya, para pelaku yang bekerja dalam sindikat cyber crime lintas negara tersebut sebelumnya direkrut dengan dijanjikan oleh koordinator akan mendapatkan upah yang besar saat bekerja di Indonesia.
Khrisna menambahkan saat dilakukan penggerebekan di wilayah Kemang para pelaku sempat berusaha melarikan diri serta mengosongkan isi rumah usai mengetahui kawanannya telah diringkus di daerah Pondok Indah dan Pantai Indah Kapuk.
Sebelumnya, Minggu (24/5) kemarin aparat Jatanras Ditreskrim Polda Metro Jaya melakukan penangkapan terhadap pelaku berinisial H dan R yang diduga sebagai penghubung dan koordinator Warga Negara Taiwan dan China yang berada di Indonesia. Itu bagian dari kegiatan tindak pidana penipuan online dengan sasaran korban para Warga Negara China.
Setelah dilakukan pengembangan, polisi berhasil mengamankan 31 WNA yang terdiri dari 16 orang laki-laki dan 15 orang perempuan. Mereka ditangkap di dua lokasi berbeda yaitu di Hotel Fave Kemang Jakarta Selatan berjumlah 11 orang dan di Garden Hotel Kemang Jakarta Selatan sebanyak 20 orang pada Minggu (25/5) kemarin.
(hel)