Rumah Mewah Markas Penipuan Online Mulai Aktivitas Dini Hari

Panji Joko, CNN Indonesia | Senin, 25/05/2015 13:21 WIB
Rumah Mewah Markas Penipuan Online Mulai Aktivitas Dini Hari Rumah kontrakan para pelaku cyber crime asal China di Jalan Kemang Selatan Blok 1D No 15 A. (CNNIndonesia/Panji Joko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan terhadap rumah yang dijadikan pusat aktivitas penipuan online oleh WNA asal China di kawasan Kemang Selatan Blok 1 D Nomor 15 A, RT 4 RW 02, Kelurahan Bangka, Jakarta Selatan, Senin (25/5).

Penggeledahan tersebut merupakan hasil pengembangan yang dilakukan oleh Dit Reskrimum dan Jatanras Polda Metro Jaya yang sebelumnya melakukan penangkapan terhadap sejumlah pelaku di kawasan Pantai Indah Kapuk dan Pondok Indah, Jakarta, kemarin.

Berdasarkan pantauan CNN Indonesia, rumah yang menjadi tempat tinggal para pelaku cyber crime tersebut tergolong rumah mewah. Rumah bercat putih tersebut berukuran sekitar 2.000 meter persegi dan memiliki 5 kamar yang berukuran berbeda-beda.


Lokasi rumah tersebut agak menjorok ke dalam dari jalan membuatnya makin sulit terpantau dari pinggir jalan. Apalagi jalan di depannya tergolong sepi dari aktivitas warga. Belum lagi, rumah itu juga berpagar besi setinggi 1,5 meter yang ditutup oleh plastik tebal warna putih. Kontur tanah rumah itu juga lebih tinggi dari jalan, hingga selain pintu pagar, bagian pagar yang lain harus diberi pondasi yang ditutupi batu kali setinggi 1 meter agar pagar bisa menghalangi pandangan langsung ke rumah.

Halaman rumah cukup luas. Ada pohon-pohon yang cukup rindang tumbuh di halaman itu. Selain membuat suasana rumah lebih teduh dan agak gelap, daun-daun dari pohon-pohon itu juga makin membuat rumah sulit dilihat dari jalan. Ini yang membuat rumah cat putih dengan kusen kayu warna cokelat itu luput dari dari pengawasan keamanan lingkungan setempat.

Berdasarkan penuturan Ketua RT setempat Yudhi Rahmani, rumah tersebut awalnya disewa oleh WNA asal China sebagai tempat tinggal pada tahun 2003. Namun, beberapa tahun terakhir penghuni berganti kepada WNA asal Hongkong.

Semenjak berganti penghuni, Yudhi mengatakan bahwa rumah yang dijadikan tempat tinggal para WNA tersebut tergolong sepi dari aktivitas. Berdasarkan laporan yang ia terima dari warganya, aktivitas justru terjadi pada dini hari. "Kegiatan biasanya pada malam hari sekitar pukul 02.00 dini hari," ujarnya.

Yudhi mengatakan bahwa ada beberapa kecurigaan setelah rumah tersebut berganti penghuni. Meski berpenghuni, rumah itu dibiarkan untuk terkesan kosong atau tak berpenghuni. Tidak ada upaya untuk membuat rumah lebih terang. "Kelihatan rumah kosong, tapi sampah menumpuk sampai keluar-keluar, saya curiga," ujar dia.

Sebelumnya, polisi berhasil menangkap 29 WNA di daerah PIK, Jakarta Utara pada Minggu (24/5) dini hari, terkait kasus penipuan online. Polisi selanjutnya dilakukan pengembangan terhadap kasus tersebut dan berhasil menangkap kembali 31 WNA di kawasan Kemang dan beberapa barang bukti sejumlah alat elektronik dan beberapa alat komunikasi.

Rencanya hari ini Kapolri Jenderal Badrodin Haiti serta Kapolda Metro Jaya Irjen Unggung Cahyono akan memberikan keterangan terkait kasus cyber crime yang dilakukan oleh WNA asal China dan Taiwan di TKP di wilayah Kemang Selatan Blok 1 D No. 15 A, Kelurahan Bangka, Jakarta Selatan ini. (hel)