Ketua FPI Ancam Duduki Balai Kota Jika Ahok Tak Diturunkan

Fadli Adzani, CNN Indonesia | Senin, 01/06/2015 14:45 WIB
Ketua FPI Ancam Duduki Balai Kota Jika Ahok Tak Diturunkan Ketua FPI Habib Rizieq dalam demonstrasi menentang Ahok, Senin (1/6). (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perwakilan Gerakan Masyarakat Jakarta yang berdemonstrasi menentang Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak puas meski telah berhasil menemui beberapa anggota DPRD DKI untuk menyampaikan aspirasi mereka, Senin (1/6). (Baca juga Ulah Pendemo Ahok: Maki Staf ‘Cecunguk’, Ancam Bakar Gedung)

Usai pertemuan dengan anggota Fraksi Hanura dan rekannya dari Gerindra, delegasi ormas-ormas yang tergabung dalam GMJ satu per satu keluar dari dalam Gedung DPRD untuk menyampaikan hasil pembicaraan mereka.

Salah satu perwakilan pendemo yang ikut bertemu anggota DPRD DKI ialah Ketua Front Pembela Islam Habib Muhammad Rizieq Shihab. Begitu keluar dari dalam Gedung DPRD, ia langsung melontarkan ancaman.


“Jangan salahkan kalau kami main kasar dan tegas," kata Rizieq.

Rizieq mengatakan jika DPRD DKI tidak juga menggelar sidang paripurna untuk menanggapi permintaan mereka menurunkan Ahok lewat penyampaian Hak Menyatakan Pendapat terhadap sang Gubernur, GMJ siap menduduki Gedung Balai Kota DKI Jakarta.

“Kami sudah berdiskusi dengan dua anggota DPRD dan menyampaikan keinginan kami untuk melengserkan Ahok. Kami sudah cek ke dalam gedung, semua anggota Dewan kabur, cuma ada dua orang saja,” ujar Rizieq.

Padahal, kata Rizieq, dia sudah mengirim pesan singkat kepada anggota DPRD dan Ketua DPRD untuk menggelar pertemuan dengan GMJ. Tetapi GMJ ternyata hanya bisa menemui Wakil Ketua Fraksi Hanura DPRD DKI Syarifuddin dan anggota Fraksi PAN Johan Musyawa.

Dalam demonstrasi ini, GMJ menuding Ahok membuat kebijakan-kebijakan yang melanggar ajaran agama Islam seperti ide lokalisasi Pekerja Seks Komersial dan membenarkan minuman keras. (Baca Ahok: Lokalisasi Prostitusi Tidak, Toko Minuman Keras Bisa) (agk/agk)